Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Minta AS Hentikan Sinyal Keliru yang Dukung Kemerdekaan Taiwan

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Minta AS Hentikan Sinyal Keliru yang Dukung Kemerdekaan Taiwan Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Tiongkok pada Selasa (10/1/2024).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning meminta agar Amerika Serikat (AS) berhenti untuk mengirim sinyal keliru yang dapat diartikan memberi dukungan atas kemerdekaan Taiwan.

"AS perlu menghentikan kontak resmi dengan Taiwan, berhenti mengirimkan sinyal yang salah kepada kelompok pendukung 'kemerdekaan Taiwan' dan menahan diri dari campur tangan dalam pemilu di wilayah Taiwan dalam bentuk apa pun," kata Mao Ning saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Mao Ning menanggapi pertemuan antara Ketua DPR AS Mike Johnson dengan Duta Besar "de facto" Taiwan untuk AS Alexander Yui di Gedung Capitol, AS pada Selasa (9/1).

"Hanya ada satu Tiongkok di dunia. Taiwan adalah bagian integral dari Tiongkok, sehingga kami dengan tegas menentang AS melakukan segala bentuk kontak resmi dengan wilayah Taiwan," tambah Mao Ning.

Mao Ning menegaskan agar AS perlu dengan sungguh-sungguh mematuhi prinsip "satu Tiongkok" dan ketentuan dari tiga komunike bersama Tiongkok-AS.

"AS harus menangani masalah terkait Taiwan dengan bijaksana dan tepat. Upaya otoritas DPP (Partai Progresif Demokratik) untuk meminta dukungan dari AS dan negara-negara lain untuk 'kemerdekaan Taiwan' tidak akan berhasil," tegas Mao Ning.

Usai pertemuan antara Mike Johnson dan Alexander Yui, diberitakan bahwa Johnson mengungkapkan hubungan AS-Taiwan yang "kuat" dan menekankan pentingnya hubungan militer antara kedua negara demi kepentingan AS dan seluruh dunia.

Sedangkan Yui juga menyampaikan pandangan yang sama dengan Johnson, yaitu menyebut hubungan AS-Taiwan yang erat dengan adanya komitmen jangka panjang untuk meningkatkan keamanan Taiwan, menjaga sistem demokrasi dan mempromosikan kemitraan ekonomi bilateral.

AS diketahui sebagai pendukung dan pemasok senjata terpenting bagi Taiwan meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan pulau tersebut.

Taiwan saat ini bersiap untuk menggelar pemilihan presiden pada pertengahan Januari 2024.

Ada empat calon yang akan berkompetisi yaitu Wakil pemimpin Taiwan William Lai Ching-te selaku calon dari DPP, Wali Kota New Taipei Citu Hou Yu-ih sebagai perwakilan dari Kuomintang (KMT), Ko Wen-je dari Partai Rakyat Taiwan (TPP) dan kandidat independen Terry Gou.

Di bawah kepemimpinan pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) sejak 2016, Taiwan mengambil sikap keras menentang Beijing serta prinsip "Satu Tiongkok" yang mengatakan bahwa Taiwan merupakan wilayah di bawah kekuasaan Beijing.

Kerasnya pendekatan DPP terhadap isu Taiwan mengakibatkan semakin memanasnya suasana di Selat Taiwan.

Namun pada November 2023, Presiden Tiongkok Xi Jinping terbang ke Amerika Serikat dan mengadakan pertemuan puncak dengan timpalannya, Joe Biden, dalam upaya untuk meredakan ketegangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
ASDP Percepat Penanganan Ke...
Megapolitan
PT KAI: Stasiun Gambir Laya...
Megapolitan
Pemkot Bogor Benahi Kawasan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 4
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.