Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS dan Tiongkok Lanjutkan Pembicaraan Kebijakan Pertahanan

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:02 WIB | Oleh:
AS dan Tiongkok Lanjutkan Pembicaraan Kebijakan Pertahanan Doc: Sumber: IMF - KJ/ONES

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok melanjutkan perundingan koordinasi kebijakan pertahanan yang terhenti karena meningkatnya ketegangan antara kedua negara pada 2022, Selasa (9/1).

Departemen Pertahanan AS menyatakan selama pembicaraan dua hari yang dimulai pada Senin itu, para pejabat tingkat deputi pertahanan membahas berbagai isu mulai dari peningkatan komunikasi antarmiliter seperti yang telah disepakati oleh kedua presiden pada November tahun lalu, isu Taiwan, dan perang Russia- Ukraina.

Seperti dikutip dari Antara, pembicaraan di Pentagon menandai pertama kalinya perwakilan kedua belah pihak bertemu langsung berdasarkan kerangka kerja tersebut sejak Januari 2020.

Pertemuan tersebut terjadi menyusul kesepakatan antara Presiden AS, Joe Biden, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada November 2023 di San Francisco untuk membuka kembali jalur komunikasi antar militer di beberapa tingkatan.

Meskipun ada banyak perselisihan, Amerika Serikat dan Tiongkok telah menyadari perlunya mencegah persaingan agar tidak berubah menjadi konflik langsung.

Komunikasi militer tingkat tinggi antara AS dan Tiongkok telah terhenti sejak Agustus 2022, ketika Beijing memutuskan saluran tersebut sebagai protes atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Keselamatan Operasional

Dalam pertemuan kali ini, Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Tiongkok, Taiwan dan Mongolia, Michael Chase, yang memimpin delegasi AS, menyampaikan perlunya keselamatan operasional di kawasan Indo-Pasifik.

Chase menegaskan kembali AS akan terus menjalankan haknya untuk berlayar, terbang, dan beroperasi di mana pun sesuai dengan hukum internasional. Ia juga menegaskan komitmen Washington terhadap sekutu-sekutunya di kawasan tersebut tetap kuat.

Mengenai Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya, Chase menegaskan kembali "kebijakan satu Tiongkok" yang sudah lama dianut Washington, yang mengakui Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunya pemerintahan resmi.

Namun, dia juga menggarisbawahi bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan bahwa Beijing telah mendesak AS untuk berhenti menjual senjata ke Taiwan dan menentang kemerdekaan pulau itu.

Dalam sebuah pernyataan singkat, kementerian tersebut meminta AS untuk mengurangi kehadiran militernya di Laut Tiongkok Selatan dan tidak melakukan tindakan provokatif di wilayah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.