Prinsip Tripel Pythagoras Telah Dikenal pada Masa Kekaisaran Babilonia
📅 Selasa, 09 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoKonsep matematika ini diduga pertama kali ditemukan oleh Pythagoras, filsuf, matematikawan, dan mistikus legendaris Yunani yang hidup pada abad keenam SM. Seperti yang dijelaskan oleh penelitian Mansfield, apa yang sebenarnya dilakukan Pythagoras adalah menemukan kembali prinsip yang telah dipahami dan digunakan oleh orang Babilonia 1.100 tahun sebelum ia dilahirkan. Peta tanah tablet tanah liat Si.427 tidak dibuat untuk tujuan pencatatan sederhana.
"Si.427 adalah tentang sebidang tanah yang dijual," jelas Mansfield dikutip lamanAncient Origins. "Ini satu-satunya contoh dokumen kadaster yang diketahui dari periode Babilonia Kuno yang merupakan rencana yang digunakan oleh surveyor untuk menentukan batas-batas tanah. Dalam hal ini, ini memberitahu kita detail hukum dan geometris tentang ladang yang dipecah setelah sebagian dijual," tutur dia.
Detail tentang tujuan tablet tersebut terungkap dalam aksara paku kuno yang tertulis di sisi belakang tablet tersebut. Ini telah diuraikan sejak lama, dan ternyata merupakan gambaran tentang pembagian lahan pertanian dan beberapa ciri-cirinya.
Banyak dokumen dari zaman Babilonia Kuno telah ditemukan dan diterjemahkan, dan dalam beberapa dokumen disebutkan tentang seorang pemilik tanah penting bernama Sin-bel-apli, yang tampaknya memiliki setidaknya sebagian dari properti yang digambarkan pada wajah Si.427.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tablet lain mengacu pada perselisihan antara Sin-bel-apli - seorang individu terkemuka yang disebutkan di banyak tablet termasuk Si.427 dan seorang perempuan kaya pemilik tanah," kata Mansfield. "Perselisihannya adalah mengenai pohon kurma yang berharga di perbatasan antara kedua properti mereka," imbuh dia.
"Pemerintah setempat setuju untuk mengirimkan surveyor untuk menyelesaikan perselisihan tersebut," lanjut dia. "Sama seperti yang kita lakukan saat ini, ada individu yang mencoba mencari tahu di mana batas tanah mereka, dan surveyor keluar, namun alih-alih menggunakan peralatan GPS, mereka menggunakan tripel Pythagoras," ucap Mansfield.
"Tidak seorang pun menduga bahwa orang Babilonia menggunakan tripel Pythagoras dengan cara ini," kata Mansfield. "Ini lebih mirip matematika murni, yang terinspirasi oleh permasalahan praktis pada masa itu." hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!