Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prinsip Tripel Pythagoras Telah Dikenal pada Masa Kekaisaran Babilonia

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Prinsip Tripel Pythagoras Telah Dikenal pada Masa Kekaisaran Babilonia Doc: Universitas New South Wales

Sebelum Pythagoras memperkenalkan teoremanya pada abad pertama sebelum masehi, bangsa Babilonia ribuan tahun sebelumnya telah mengenal tripel Pythagoras. Dari temuan tablet tanah liat diketahui kelompok tiga bilangan asli ini digunakan mengukur tanah pribadi secara tepat guna menghindari perselisihan.

Seorang ahli matematika dari Universitas New South Wales (UNSW), Sydney, telah menemukan contoh geometri terapan tertua yang pernah tercatat. Laman universitas tersebut pada 2021 menyebutkan tablet tersebut menggambarkan penggunaan tripel Pythagoras dalam membagi tanah, 1.100 tahun sebelum prinsip geometri dicatat oleh ahli matematika Yunani bernama Pythagoras.

Tripel Phytagoras selama ini digunakan untuk menemukan tiga kali lipat atau kelompok tiga suku yang memenuhi persamaan teorema Phytagoras. Sederhananya, tripel Phytagoras adalah satu kelompok bilangan (terdiri dari tiga bilangan) yang memenuhi hukum Phytagoras.

Peta tablet tanah liat dari Babilonia telah berusia 3.700 tahun. Tablet ini ditemukan di Irak pada abad ke-19. Dr Daniel Mansfield dari Universitas New South Wales kemudian mengidentifikasi suatu bentuk matematika tingkat lanjut.

Orang Babilonia kala itu menggunakannya untuk membagi sebidang tanah yang luas menjadi beberapa bagian yang presisi secara geometris. Hebatnya, geometri terapan ini mengandalkan prinsip matematika yang baru ditemukan secara resmi setelah 11 abad berlalu.

Lempengan tanah liat Babilonia yang dimaksud dikenal dengan nama Si.427. Tablet ini telah lama dipajang di sebuah museum di Istanbul sejak pertama kali ditemukan. Hal ini dikaitkan dengan masa Kekaisaran Babilonia Pertama atau Lama, yang memerintah negara kuno Babilonia di Mesopotamia (Irak dan Suriah modern) dari abad ke-19 SM hingga abad ke-16 SM.

Prasasti di bagian belakangnya mengungkapkan bahwa tablet tersebut pernah digunakan sebagai semacam peta, khususnya petak-petak tanah milik berbagai individu. Namun kisah nyata penciptaannya masih tersembunyi, sampai Daniel Mansfield datang dan melihatnya dengan perspektif baru.

Mansfield dalam artikel yang diterbitkan dalam edisi terbaruFoundations of Science, pembuat peta/surveyor tanah Babilonia menggunakan prinsip matematika penting yang dikenal sebagai tripel Pythagoras untuk melakukan pekerjaannya dengan benar.

Tripel Pythagoras terdiri dari tiga bilangan bulat, dua bilangan pertama yang dikuadratkan sama dengan kuadrat ketiga (yaitu 3² + 4² = 5² atau 9 + 16 = 25). Prinsip ini dapat digunakan untuk membuat segitiga siku-siku yang presisi, dengan garis vertikal dan horizontal sama dengan dua angka pertama dan garis diagonal sama dengan angka ketiga. Inilah sebabnya mengapa konsep di balik tripel Pythagoras (Teorema Pythagoras yang terkenal) diklasifikasikan sebagai prinsip trigonometri (geometri segitiga).

Jadi, jika garis-garis tegak lurus yang bertemu membentuk sudut siku-siku ditarik menjadi panjang tiga dan empat satuan, maka garis diagonal yang menghubungkan ujung-ujungnya membentuk segitiga akan selalu panjangnya tepat lima satuan.

Mansfield menyatakan, penting untuk dicatat bahwa tripel Pythagoras dapat digunakan untuk membuat persegi panjang eksak dan juga segitiga eksak, karena persegi panjang dapat dibagi menjadi dua segitiga siku-siku yang ditempatkan satu di atas yang lain.

Ini bukan sekedar rumus matematika abstrak. Ini menawarkan cara untuk membuat bentuk yang tepat dari garis tegak lurus sempurna dalam situasi dunia nyata. Di antara banyak kegunaan praktisnya, tripel Pythagoras dapat digunakan untuk membagi sebidang tanah menjadi bagian-bagian segitiga atau persegi panjang yang lebih kecil dengan ukuran dan bentuk yang sama.

"Itulah yang coba dilakukan oleh orang yang menciptakan tablet tanah liat Si.427. Dan dengan bantuan prinsip matematika tingkat lanjut, dia mampu melakukan pekerjaannya dengan luar biasa," ujar Mansfield.

Temukan Kembali Prinsip

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.