Geopark Silokek, Bukti Kekayaan Geologis Negeri Lansek Manih
📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDesi Widia Kusuma dari Balai Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumbar menyebutkan, punggungan atau bukit-bukit memanjang (ellipsoid) ukurannya rata-rata 400-600 meter dan lebar 100-150 meter. Di bawah perbukitan dan tebing karst itu mengalir Batang Kuantan, yang memiliki panjang 38 kilometer yang yang hulunya berasal dari tiga anak sungai yaitu Batang Ombilin, Batang Sukam, dan Batang Palangki.
Seperti biasanya di kawasan karst terdapat gua ataungalaudalam bahasa setempat. Ngalau Inyiak Umpuh, Talago, Cigak, Loguong, Sipungguak, dan Gunung Tombuok adalah beberapa gua yang bisa dieksplorasi selama di kawan ini.
Di samping gua terdapat pula beberapa air terjun, seperti Air Terjun Lubuak Pandakian dan Palukahan. Ada juga fenomena vulkanik berupa sumber air panas dan menjadi pemandian alami bagi wisatawan yang lokasinya di Nagari Aie Angek.
Sementara di beberapa titik tepian Batang Kuantan juga terdapat fenomena unik yaitu berpasir putih bersih. Pasirnya yang seperti di laut merupakan hasil pelapukan batuan karst. Yang unik lagi sungai ini mengandung emas yang banyak dicari oleh penambang tradisional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Flora yang ada di dalamnya antara lain padma raksasa rafflesia, bunga bangkai raksasa atau suweg, dan jamur batang bersinar. Sedangkan faunanya juga beragam seperti harimau sumatra, tapir, kambing hutan, kucing hutan, landak, siamang, binturong, dan burung enggang.
Peninggalan Masa Lampau
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai sebuah geopark faktor budaya yang menjadi unsur yang penting, tempat ini kaya akan peninggalan masa lampau seperti lokomotif uap tua yang masih terawat di Nagari Durian Gadang. Lokomotif ini saksi bisu dari program kerja paksa (romusha) penjajah Jepang untuk membangun jalur kereta api pengangkut batu bara dari Silokek ke Logas, Pekanbaru.
Ketika itu lebih dari 100 ribu orang, mayoritas didatangkan dari tanah Jawa menjalani kerja paksa di tempat ini untuk membangun jalur rel kereta api antara 1943-1945. Akibat kelaparan dan penderitaan yang dialami, membuat sebagian dari mereka meninggal dunia.
Di Durian Gadang, wisatawan dapat menyaksikan makam de Greve, pelopor tambang batubara Ombilin. Tokoh lain yang makamnya jadi bagian dari kawasan geopark adalah Syekh Ibrahim dan Raja Ibadat. Syekh Ibrahim diketahui dimakamkan di Sumpur Kudus. Beliau ini adalah tokoh yang pertama menyebarkan agama Islam di Ranah Minang pada abad 13.
Syekh Ibrahim murid dari Sunan Kudus, salah satu dari Walisongo. Bersama dengan Raja atau Rajo Ibadat dan Rajo Tigo Selo, mereka dikenal dengan triumvirat penyebar agama pada masa Kerajaan Pagaruyung.
Sumpur Kudus sendiri kini berstatus kecamatan. Wilayah ini pernah jadi saksi penting dari upaya para pendiri bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan saat terjadinya Agresi Militer Belanda II. Perdana Menteri Sjafruddin Prawiranegara tercatat pernah memimpin Pemerintah Darurat RI di tempat ini selama tiga pekan dari akhir April-pertengahan Mei 1949 untuk menghindari pasukan Belanda.
Sementara untuk menikmati pemandangan indah Geopark Solokek memang tidak mudah. Dari Kota Padang jaraknya sejauh 100,1 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam 48 menit menuju arah timur. Sedangkan jarak dari Muaro Sijunjung, ibu kota kabupaten, jaraknya hanya 11 kilometer saja dengan waktu tempuh 11 menit ke arah barat laut. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!