Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKP Kulon Progo ingatkan Warga Tidak Tebar Benih Ikan Invasif

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 16:58 WIB | Oleh:
DKP Kulon Progo ingatkan Warga Tidak Tebar Benih Ikan Invasif Doc: ANTARA/Sutarmi
Ket. Tebar benih ikan di Embung Blubuk Pengasih di Kulon Progo.

KULON PROGO - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali mengingatkan masyarakat luas agar tidak menebar benih ikan invasif dan ikan berpotensi invasif di sungai-sungai wilayah tersebut karena dapat mengganggu ekosistem sungai.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro di Kulon Progo, Jumat, mengatakan larangan ini bertujuan menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati sungai-sungai di Kulon Progo.

"Ikan berpotensi invasif yang dilarang tersebut misalnya tombro, lele dan nila. Selain tiga ikan itu terdapat jenis lain yang sudah dicatat pelarangannya untuk disebarkan di sungai-sungai seperti tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) KP Nomor 19 Tahun 2020," kata Wakhid.

Ia mengatakan larangan tersebut bersifat wajib ditaati siapa saja. Ia mengakui masih banyak yang belum mengerti secara detail larangan penebar benih ini, seperti tombro, lele dan nila itu termasuk ikan berpotensi invasif yang dapat menyerang ikan lain sehingga mengganggu ekosistem sungai.

DKP Kulon Progo melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara intensif agar tidak ada lagi yang menebar benih ikan berpotensi invasif di wilayahnya.

"Kami juga memiliki program Jaga Kaliku yang bertujuan menjaga ekosistem sungai di Kulon Progo, lewat program ini masyarakat juga mendapat edukasi merawat sungai termasuk tidak menebar benih ikan berpotensi invasif," katanya.

Wakhid menerangkan program Jaga Kaliku terbukti efektif menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati di sungai-sungai di Kulon Progo.

"Ekosistem sungai-sungai Kulon Progo sudah cukup baik sekarang dan populasi ikan lokal bertambah," katanya.

Wakhid mengatakan di Waduk Sermo dan aliran sungai dibawahnya terdapat populasi ikan invasif yang mengganggu ekosistem. Di mana jenis ikan yang menyerang populasi lain itu adalah Red Devil.

"Waduk Sermo dan aliran sungai banyak ikan Red Devil, kami juga terus berusaha menguranginya dengan mengajak masyarakat sekitar, terutama dengan cara yang meningkatkan nilai tambah ekonomi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.