Presiden Korsel Bersumpah Akan Tangkal Ancaman Nuklir Korea Utara
📅 Selasa, 02 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: AFP/TOBY MELVILLE
JAKARTA - Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menyatakan negaranya dan Amerika Serikat (AS) akan menuntaskan penguatan postur pertahanan pada semester pertama 2024 demi mencegah ancaman nuklir Korea Utara.
Dalam pidatonya menyambut Tahun Baru 2024, Yoon menyatakan penuntasan penguatan postur pertahanan itu adalah bagian dari tema kebijakannya yang mencapai banyak hal, mulai perumahan, pendidikan dan perekonomian Korea Selatan.
"Dengan memperkuat kemampuan militer, Korea Selatan akan mampu mencapai perdamaian sejati dan langgeng yang didasarkan kepada kekuatan," kata Yoon dalam laman Nikkei Asia pada Senin (1/1).
Seperti dikutip dari Antara, selama berkuasa, Yoon konsisten menyuarakan perlunya memperkuat kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat sebagai upaya menangkal ancaman Korea Utara yang terus membesar.
Pada Juli tahun lalu. Seoul dan Washington membentuk sebuah badan yang dinamai Kelompok Konsultasi Nuklir yang disebut-sebut sebagai bentuk komitmen AS dalam membela Korea Selatan dengan menggunakan stok senjata nuklirnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelompok Konsultasi Nuklir itu menggelar pertemuan keduanya pada 16 Desember, di mana saat itu AS mengulangi penegasan bahwa setiap serangan nuklir dari Korea Utara akan dibalas dengan cepat, menyeluruh, dan keras.
Persiapan Perang
Sementara itu, kantor berita Kyodo melaporkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan 2024 akan menjadi tahun penting untuk persiapan perang. Kim menyebut aksi konfrontatif Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai biang keladi meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan yang berlangsung di markas besar Partai Buruh Korea yang berkuasa di Korea Utara pada Senin, Kim mengingatkan para komandan militer bahwa Semenanjung Korea kian di ambang konflik bersenjata.
Kim memperingatkan jika ada negara yang menyerang atau memprovokasi Korea Utara maka militer Korea Utara akan membalas dengan kekuatan penuh untuk memusnahkan siapa pun yang menyerang negara ini.
Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali mengingatkan bahwa negaranya tak akan ragu meluncurkan serangan nuklir jika "musuh" memprovokasi negara itu dengan senjata nuklir.
Kim membuat pernyataan itu dalam pertemuan dengan tentara dari Kompi Bendera Merah Kedua di bawah kendali Biro Umum Peluru Kendali, yang berpartisipasi dalam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-18.
Dia menyebut peluncuran ICBMbaru-baru ini yang terbilang sukses sebagai pesan jelas mengenai kemampuan serangan balasan yang dimiliki Korea Utara. Kepada tentara, Kim menyatakan peluncuran itu adalah contoh tepat dari evolusi strategi nuklir negara tersebut.
Dia menegaskan Korea Utara memiliki doktrin untuk tidak ragu-ragu melancarkan serangan nuklir ketika musuh memprovokasi mereka dengan nuklir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!