Target Pertumbuhan Ekonomi Sulit Dicapai
📅 Sabtu, 30 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDari Yogyakarta, pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan catatan ekonomi 2023 adalah makin besarnya peran konsumsi rumah tangga bagi pertumbuhan. Padahal, pengendalian inflasi pemerintah tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Hal itu merujuk pada kenaikan harga sejumlah komoditas pokok, seperti beras, minyak goreng, dan cabai.
"Catatan penting lainnya adalah mayoritas barang konsumsi disuport dari impor termasuk impor beras. Begitu juga dengan gadget dan barang elektronik, otomotif, di mana spending masyarakat besar di sana juga didominasi impor. TikTok Shop memang sempat ditutup, tapi sekarang buka lagi, hanya di masalah perizinan belum masuk ke barang yang dijual itu masih mayoritas impor sampai sekarang," papar Maruf.
Dengan konsumsi sebagai basis utama pertumbuhan maka bisa dipastikan bahwa serapan tenaga kerja dalam setiap persen pertumbuhan masih terus mengalami penurunan alias terjadi deindustrialisasi.
"Jadi, kalau mengandalkan konsumsi sementara serapan lapangan kerja tidak bagus, daya beli turun, kita akan mentok di angka 5 persen. Susah naik lagi," kata Maruf.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!