Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'E-Commerce' Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

📅 Jumat, 29 Des 2023, 06:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
'E-Commerce' Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Doc: ANTARA/Rifqi Raihan Firdaus
Ket. Pembeli melakukan pembayaran secara digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Tradisional Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Jakarta - Kepala Pusat Digital dan UMKM IndefEisha Maghfiruha mengatakan bahwa perdagangandaring atau "e-commerce" masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"'E-commerce' di kita ini masih merajai ya mendominasi dari sektor ekonomi digital di Indonesia," kata Eisha dalam diskusi publik yang diselenggarakan secara daring oleh Indef di Jakarta, Kamis.

Eisha mengatakan pada 2023, nilai transaksie-commercedi Indonesia mencapai 62 miliar dolar AS atau tumbuh 18,8 persen dibandingkan 2022.

Ia menambahkan pertumbuhan pesat ekonomi digital ini memberikan peluang besar bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis. Namun, menurutnya, masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan peluang tersebut.

"UMKM di Indonesia banyak yang berada di sektor perdagangan, yang merupakan sektor yang paling dominan di ekonomi digital. Namun, baru sekitar 22 juta atau 33,6 persen UMKM yang sudahgo digital," kata Eisha.

Lebih lanjut,Eisha mengatakan pemerintah Indonesia menargetkan 30 juta UMKMgo digitalpada tahun 2024. Target ini masih cukup jauh dari pencapaian saat ini, sehingga menurutnya perlu ada akselerasi adopsi digital oleh UMKM.

Ia mengatakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi digital.

Eisha menambahkan pemerintah juga dapat memberikan insentif kepada platform "e-commerce" untuk memberikan dukungan kepada UMKM.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintah perlu mendorong inklusi keuangan bagi UMKM, seperti mendorong inovasi keuangan digital untuk memberikan alternatif pembiayaan bagi UMKM.

"Inovasi keuangan digital dapat memberikan alternatif kriteria yang bisa diberikan untuk menunjukkan kapabilitas UMKM untuk mendapatkan pembiayaan," kata Eisha.

Dengan adopsi digital dan inklusi keuangan, Eisha berharap UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitasnya untuk mencapai ekonomi yang inklusif.

Lebih lanjut Eisha mengatakan saat ini masyarakat Indonesia sudah menuju penggunaan transaksi nontunai, terutama melalui penggunaan Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) dalam transaksi belanja sehari-hari. Hal tersebut tentu dapat semakin memudahkan UMKM untuk berjualan secara daring.

"Artinya ini adalah peluang yang sangat besar bagi UMKM untuk Go Digital dan memanfaatkan ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saingnya," ujar Eisha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.