Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Selatan Terus Berupaya Atasi Penurunan Angka Kelahiran

📅 Kamis, 28 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Korea Selatan Terus Berupaya Atasi Penurunan Angka Kelahiran Doc: ANTARA/Pexels
Ket. Ilustrasi - bayi baru lahir.

ISTANBUL - Korea Selatan menyerukan tekad luar biasa untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di negaranya. Penurunan populasi yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengambil kebijakan karena tingkat kesuburan warga dari negara itu tercatat pada level terendah 0,7 pada kuartal ketiga tahun ini.

"Waktunya semakin singkat. Saya berharap setiap lembaga pemerintah menangani masalah rendahnya angka kelahiran dengan tekad yang luar biasa," kata Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, kepada kabinetnya pada Selasa (26/12) seperti dikutip Kantor Berita Yonhap News yang berbasis di Seoul.

Seperti dikutip dari Antara, Yoon mendesak para pejabat untuk mengatasi masalah tersebut dari perspektif yang berbeda secara fundamental.

Yoon menyerukan "solusi efektif" terhadap angka kelahiran yang menurun, mengingat bahwa Korsel memiliki angka kelahiran terendah di dunia.

"Angka tersebut jauh di bawah tingkat penggantian sebesar 2,1, yang diperlukan untuk menjaga stabilitas populasi di angka 51 juta jiwa," menurut laporan kantor berita tersebut.

Mengacu pada "persaingan yang ketat" di bidang seperti pendidikan sebagai salah satu penyebab menurunnya angka kelahiran, Yoon mengatakan masalah rendahnya angka kelahiran mengharuskan semua pihak khususnya pemerintah untuk menangani situasi ini dengan lebih serius dan memikirkan penyebab sekaligus solusi dari dimensi yang berbeda dari sebelumnya.

Mendorong Pertumbuhan

Korsel mengalami penurunan jumlah kelahiran baru meskipun telah mengeluarkan dana sekitar 200 miliar dollar AS (sekitar 3,08 kuadriliun rupiah) selama 16 tahun terakhir untuk mendorong pertumbuhan penduduk.

Dalam laporannya baru-baru ini, Forum Ekonomi Dunia mengingatkan jika angka kelahiran yang rendah saat ini terus berlanjut maka jumlah kelahiran di negara Asia Timur itu akan berkurang setengah dari angka kelahiran saat ini pada akhir abad ini.

Korsel memiliki tingkat kelahiran yang rendah sepanjang masa selama tiga tahun berturut-turut pada 2022, dengan hanya 249 ribu bayi yang lahir di negara itu, yang menyebabkan penurunan populasi sebesar 4,4 persen dari rekor terendah sebelumnya pada 2021.

Data tersebut menunjukkan rata-rata perempuan melahirkan anak pertamanya pada usia 33 tahun pada tahun lalu, disusul 34,2 dan 35,6.

Sebelumnya diberitakan populasi Korea Selatan diperkirakan mengalami penurunan tajam dalam 50 tahun ke depan akibat tingkat kelahiran yang sangat rendah dan populasi menua dengan cepat, menurut data Statistics Kora, Kamis (14/12).

Populasi negara itu diperkirakan turun dari 51,67 juta pada tahun 2022 menjadi 50,06 juta pada tahun 2040; menjadi sebesar 42,30 juta pada tahun 2060; dan jadi sebanyak 36,22 juta pada tahun 2072.

Populasi Korea Selatan juga diperkirakan mencatatkan tingkat penurunan tahunan sebesar 0,16 persen selama satu dekade mulai tahun 2025, yang pada akhirnya akan mencapai tingkat penurunan tahunan sebesar 1,31 persen pada tahun 2072.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

23 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.