Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

📅 Rabu, 20 Des 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali Doc: ISTIMEWA
Ket. Imran Pambudi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes - Untuk melihat seberapa berbahaya Covid-19 ini kami melihat tiga aspek, mulai jumlah kasus, jumlah orang yang perlu rawat inap, dan jumlah orang yang perlu masuk ke ICU.

JAKARTA - Kenaikan kasus Covid-19 varian JN.1 masih terkendali mengingat belum banyak pasien yang membutuhkan ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU). Jumlah yang dirawat di ICU tidak banyak, orang yang sakit saat ini masih belum membutuhkan ICU.

"Untuk melihat seberapa berbahaya Covid-19 ini kami melihat tiga aspek, mulai jumlah kasus, jumlah orang yang perlu rawat inap, dan jumlah orang yang perlu masuk ke ICU," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, dalam bincang akhir tahun bersama Kemenkes di Jakarta, Selasa (19/12).

Seperti dikutip dari Antara, Imran menegaskan meski begitu pemerintah tetap melakukan mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat JN.1 ini.

"Memang ini akhir tahun, jadi kita harus memitigasi karena biasanya akhir tahun meningkat. Selain itu, perusahaan-perusahaan pengiriman kan juga akan tutup. Kita sudah sampaikan ke rumah sakit-rumah sakit kalau harus menyiapkan oksigen dan obat-obatannya. Itu sudah kami lakukan, sehingga kalau terjadi lonjakan, kita enggak gagap," ujar Imran.

Imran menyebutkan hingga saat ini belum ada mutasi baru virus Covid-19, karena varian JN.1 sebenarnya adalah galur (turunan) dari varian Omicron.

Imran menekankan Kemenkes akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan penjagaan di tempat-tempat wisata mewaspadai lonjakan kasus, karena jumlah pengunjung pasti akan naik pada libur Natal dan Tahun Baru.

"Potensi (peningkatan kasus Covid-19) pasti ada karena orang kan mobilitas ya, tempat-tempat wisata juga penuh, tetapi yang dijaga itu. Kami terus memonitor, apakah ada kasus baru dengan galur baru selain Omicron. Kami selalu memantau tingkat keterisian ICU-nya, berapa yang membutuhkan perawatan serius. Kalau di rumah sakit itu masih cukup banyak ketersediaan, berarti masih terkendali," ucapnya.

Surat Edaran

Kemenkes, lanjut Imran, telah membuat surat edaran kepada pemerintah daerah untuk memastikan fasilitas kesehatan (faskes) siap dari segi obat-obatan, tenaga kesehatan, maupun logistik.

"Dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) juga sudah memberikan perhatian, menyampaikan kepada faskes-faskes agar logistik, tenaga kesehatan disiapkan di akhir tahun ini," tuturnya.

Imran mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan benar, dan mengurangi mobilitas yang tidak penting. Bagi yang belum mendapatkan vaksin penguat atauboosterdiminta segera menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk divaksin.

Imran menyampaikan hingga saat ini belumditemukan mutasi baru virus Covid-19, meski penularan varian JN.1 telah ditemukan di Jakarta dan Batam.

"Saat ini, sesuai pemantauan kami, tidak ada mutasi virus baru, selama pandemi meski terjadi lonjakan kematian dan kasus. Kalau muncul adastrainbaru, JN.1 itu adalah turunan dari Omicron," kata Imran.

Imran memastikan pasien yang terdeteksi mengalami infeksi varian JN.1 sudah mendapatkan vaksin penguat (booster) kedua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.