Perencanaan Anggaran Pemerintah Masih Buruk
📅 Senin, 18 Des 2023, 02:41 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa pun meminta Menkeu agar tidak menutup-nutupi realitas kesehatan APBN dengan memberi statemen yang hanya membolak-balik persepsi, seperti membanggakan neraca keseimbangan primer di saat realisasi defisit jauh dari rencana.
Menkeu semestinya juga mengumumkan neraca solvabilitas APBN sehingga akan tampak seberapa baik kinerja ekspor dan pajak dalam membiayai bunga dan pokok utang.
"Pemerintah saat ini kan utangnya gila-gilaan dan tidak efisien yang dibarengi dengan impor yang makin besar seperti impor pangan dan impor barang konsumsi lainnya. Itu yang semestinya jadi perhatian bersama," jelas Achmad.
Butuh Dorongan
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudisthira mengatakan, realisasi APBN yang rendah akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Di saat ekonomi butuh dorongan dari motor pertumbuhan dalam negeri karena ekspor sedang turun, belanja pemerintah justru lambat bergerak," ungkapnya. Jika serapan belanja tetap rendah dikhawatirkan pertumbuhan tahun depan akan melambat.
Rekan Bhima dari Celios, Nailul Huda menambahkan hingga triwulan III pengeluaran pemerintah belum bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi. "Mudah-mudahan pada triwulan IV-2023 bisa membaik," ungkap Huda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, realisasi belanja yang tidak maksimal bisa karena pencairan anggaran triwulan pertama butuh waktu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!