Realisasi Belanja Pemerintah Diminta Bisa Mencapai di Atas 95 Persen
📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) diminta bisa di atas 95 persen hingga akhir tahun 2023. K/L diharapkan memperhatikan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini. Adapun per Oktober 2023, realisasi belanja K/L mencapai 768,67 triliun rupiah atau 76,8 persen dari pagu 1.000,84 triliun rupiah.
"Kami melihat bahwa itu masih sangat dimungkinkan kalau kita bisa memanfaatkan seluruh dua minggu sampai tiga minggu ke depan secara optimal," ucap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, di Jakarta, Senin (11/12).
Terkait dengan tahun 2024, seperti dikutip dari Antara, Suahasil mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya melihat stabilisasi harga dan memastikan kesiapan memasuki tahun 2024 dalam pelaksanaan APBN. Untuk itu, K/L turut diarahkan agar bisa mulai melaksanakan APBN sedini mungkin sejak bulan Januari.
Mengenai penyaluran transfer ke daerah, Wamenkeu mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempercepat pelaksanaannya pada akhir tahun 2023 ini, yang diharapkan bisa melengkapi kesiapan pemerintah daerah (pemda) untuk memaksimalkan penyerapan anggaran pada tahun ini agar mendapatkan efek maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, terkait kondisi ekonomi global dan negara maju, dia mengungkapkan indikator ekonomi Amerika Serikat sudah mulai mengalami moderasi, baik dari sisi tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi maupun inflasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tumbuh Lebih Baik
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih baik dari estimasi beberapa bulan yang lalu meskipun masih lemah, sedangkan pertumbuhan ekonomi Eropa masih cukup berat dan negatif.
"Moga-moga ini bisa segera selesai sehingga kita akan menutup tahun 2023. Estimasi Kemenkeu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di sekitar angka 5 persen," kata Wamenkeu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi inflasi domestik, tercatat masih cukup terkendali di level 2,9 persen. Namun demikian, Suahasil mengingatkan untuk memberi perhatian khusus pada inflasi harga pangan, terutama menuju akhir Desember saat perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 yang akan meningkatkan permintaan atas beberapa produk pangan.
Secara khusus, pemerintah telah memperhatikan beberapa harga produk yang telah dilaporkan, serta kesiapan stok beras, jagung dan berbagai komoditas lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!