India Perketat Kontrol terhadap Komoditas Pertanian Menjelang Pemilu
📅 Rabu, 13 Des 2023, 02:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPengumuman terbaru India mengenai gula, yang merupakan tambahan dari larangan ekspor yang tidak terbatas, dirancang untuk mencegah penggunaan sari atau sirup tebu untuk memproduksi etanol, yang banyak digunakan dalam bahan bakar. Crisil memperkirakan hal ini akan meningkatkan produksi gula sekitar 2,5 juta ton, setara dengan sekitar 10 persen dari perkiraan produksi tahun ini.
Kritikus berpendapat bahwa intervensi ini kontraproduktif bagi negara yang berupaya membangun pasar ekspornya, karena India kini berisiko kehilangan pelanggan yang diperoleh dengan susah payah karena pesaingnya.
Pembatasan ekspor beras yang diberlakukan awal tahun ini telah mendorong kenaikan harga secara global dan mengancam akan menciptakan kekurangan beras internasional yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Pelaksana Federasi Nasional Pabrik Gula Koperasi, Prakash Naiknavare, berpendapat bahwa importir gula di Asia Tenggara dan Afrika yang sebelumnya membeli dari India kini cenderung mendapatkan pasokan dari saingan utamanya, Brasil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami telah menciptakan pasar, kami telah menciptakan citra merek, tapi sayangnya kami absen. Brasil akan mengambil keuntungan penuh," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!