Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Perpanjang Kenaikan karena AS Tambah Cadangan Strategis

📅 Senin, 11 Des 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Perpanjang Kenaikan karena AS Tambah Cadangan Strategis Doc: CNA/REUTERS/Agustin Marcarian
Ket. Dongkrak pompa minyak terlihat di deposit minyak dan gas serpih Vaca Muerta di provinsi Patagonian, Neuquen, Argentina, 21 Januari 2019.

SINGAPURA - Harga minyak naik tipis pada Senin (11/12), memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua karena upaya AS menambah cadangan strategis memberikan beberapa dukungan, meskipun kekhawatiran kelebihan pasokan minyak mentah dan pertumbuhan permintaan bahan bakar yang lebih lemah pada tahun depan masih ada.

Minyak mentah berjangka Brent naik 11 sen, atau 0,2 persen, menjadi 75,95 dollar AS per barel pada pukul 01.19 GMT, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS berada di 71,30 dollar AS per barel, naik 7 sen, atau 0,1 persen.

Kedua kontrak tersebut melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat tetapi jatuh untuk minggu ketujuh berturut-turut, penurunan mingguan terpanjang sejak 2018, di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan yang masih ada.

Pelemahan harga baru-baru ini menarik permintaan dari AS, yang telah mencari hingga 3 juta barel minyak mentah untuk Cadangan Minyak Strategis (SPR) untuk pengiriman pada Maret 2024.

"Kami tahu Pemerintahan Biden sedang mencari cara untuk mengisi ulang SPR, yang akan memberikan dukungan," kata analis IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan. Ia menambahkan bahwa harga juga didukung oleh indikator grafik teknis.

Meskipun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang disebut OPEC+, telah berjanji akan mengurangi 2,2 juta barel per hari (bph) pada kuartal pertama, investor tetap skeptis bahwa pasokan akan turun, dengan pertumbuhan output di negara-negara non-OPEC terlihat mengarah pada penurunan kelebihan pasokan tahun depan.

RBC Capital memperkirakan penarikan stok sebesar 700.000 barel per hari pada semester pertama tetapi hanya 140.000 barel per hari untuk setahun penuh.

Data indeks harga konsumen terbaru dari Tiongkok, importir minyak terbesar dunia, menunjukkan meningkatnya tekanan deflasi karena lemahnya permintaan domestik menimbulkan keraguan terhadap pemulihan ekonomi.

Para pejabat Tiongkok berjanji pada Jumat bahwa mereka akan memacu permintaan domestik dan mengkonsolidasikan serta meningkatkan pemulihan ekonomi pada 2024.

Minggu ini, investor mencermati panduan kebijakan suku bunga dari pertemuan lima bank sentral, termasuk Federal Reserve, dan data inflasi AS, mengenai dampaknya terhadap perekonomian global dan permintaan minyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.