Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

128 Tahun Berdayakan UMKM, Bank BRI Menuju 'The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia'

📅 Sabtu, 09 Des 2023, 10:32 WIB | Oleh:
128 Tahun Berdayakan UMKM, Bank BRI Menuju 'The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia' Doc: Istimewa
Ket. Mantri BRI menunjukkan cara bertransaksi melalui aplikasi BRImo kepada salah seorang petani di sebuah kawasan pertanian beberapa waktu lalu

PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk atau Bank BRI pada Sabtu, 16 Desember 2023 pekan depan genap berusia 128 tahun. Sebagai perusahaan jasa keuangan, berkiprah lebih dari seabad dan tetap eksis sebagai perusahaan papan atas terbaik di Tanah Air tentu tidak terlepas dari pilihan strategi bisnis yang tepat dan adaptif terhadap perubahan yang dinamis.

Pilihan untuk memberdayakan segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terbukti mengantar Bank BRI menjalankan fungsi intermediasi dengan baik melalui berbagai siklus ekonomi.

Berawal dari keprihatinan nasib pegawai pribumi agar terhindar dari utang kepada rentenir, Raden Bei Aria Wirjaatmadja, seorang pegawai Pangreh Praja berpangkat Patih Banyumas di Purwokerto, merintis Bank BRI.

Saking banyaknya pegawai yang harus dibantu dan uang pribadinya tidak mencukupi, Raden Bei Aria Wirjaatmadja menggunakan dana kas masjid yang pengelolaannya dipercayakan kepadanya. Dia kemudian membentuk sebuah lembaga bernama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank Der Inlandsche Hoofden yang bertugas menampung penerimaan angsuran pinjaman, untuk dipinjamkan kembali kepada peminjam lain.

Meski sudah menyandang nama Hulp en Spaarbank, namun belum dapat disebut sebagai bank karena tidak mengelola dana masyarakat melainkan dana pribadi dan sebagian dana kas masjid.

Setelah berjalan beberapa bulan, seperti dikutip dari Link UMKM BRI, penggunaan dana kas masjid ternyata tidak dibenarkan oleh pejabat atasan Asisten Residen. Dana yang telah digunakan harus segera dikembalikan dan Asisten Residen E. Sieburgh segera membuat edaran guna menghimpun dana penolong dari masyarakat.

Dengan sisa dana setelah pengembalian dana kas masjid, maka pada tanggal 16 Desember 1895 didirikan lembaga bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Simpan Pinjam Milik Pegawai Pangreh Praja Pribumi.

Bank inilah yang menjadi cikal bakal Bank BRI walaupun awalnya dijuluki sebagai bank priyayi karena hanya memberi pinjaman kepada kalangan pegawai yang di kalangan masyarakat Jawa dikenal sebagai golongan priyayi.

Pada tanggal 11 Agustus 1897, Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren pun mengalami reorganisasi dan perluasan kegiatan usaha. Pemberian pinjaman tidak hanya kepada para pegawai atau golongan priyayi, tetapi juga kepada berbagai golongan masyarakat.

Seiring dengan perluasan kegiatan usaha, maka nama bank pun berubah menjadi Poerwokertosche Hulp, Spaar en Landbouw CreditBank atau Bank Simpan Pinjam dan Kredit Usaha Tani Purwokerto. Sejak saat itu, sebutan bank priyayi berubah, menjadi bank rakyat.

W.P.D. de Wolff van Westerrode yang melakukan reorganisasi diakui memiliki pengetahuan tentang keberadaan Raffeisen Bank. Sebuah bank perkreditan rakyat di Anhausen, Austria. Reorganisasi terhadap cikal bakal BRI pun dilakukan dengan mengacu pada bank tersebut, yang telah beroperasi sejak tahun 1862 dan dapat dikatagorikan sebagai bank yang moderen untuk ukuran saat itu. Sejak itu, BRI merupakan sebuah bank "Ndeso" yang beroperasi sebagai bank moderen.

Pilihan Tepat

Pilihan Bank BRI untuk concern, fokus dan loyal membiayai segmen UMKM terbukti sebagai strategi yang tepat. Sebab, UMKM memiliki peran yang sangat vital dalam perekonomian nasional. Laporan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mencatat kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2022 mencapai 60,3 persen dan mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia.

Ekonom Senior yang juga Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan pilihan membiayai UMKM sangat tepat karena segmen usaha tersebut mendominasi perekonomian Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.