Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menuju Indonesia Cerdas, Warga Surabaya Berani Lawan Hoaks

📅 Jumat, 08 Des 2023, 09:21 WIB | Oleh:

Kunci cerdas untuk melawan hoaks adalah tidak boleh malas dalam membaca berita, katanya. Masyarakat harus memiliki sikap kritis dan mempertanyakan kebenaran suatu berita dengan mencari faktanya.

"Malas membaca dan hanya langsung klik-klik adalah perilaku yang harus ditinggalkan. Selalu budayakan membaca dan cari faktanya. Berpikir kritis untuk selalu mempertanyakan adalah kunci cerdas dalam menanggapi berita hoaks yang marak terjadi," jelasnya.

Tak kalah semangat, Prof Dr Soetanto yang juga budayawan dan pakar hukum, menambahkan, masyarakat milenial itu bukan ditentukan dari faktor biologis dan umurnya, melainkan dari kecerdasannya. Masyarakat harus kreatif dan berpikir kritis untuk tidak langsung percaya dan selalu mencari pembanding untuk bisa membedakan berita tersebut hoaks atau bukan.

"Perlu digaris bawahi milenial itu bukan biologis, bukan umur, tapi adalah kecerdasan. Kita disusupi sesuatu yg tidak jelas maka cara menanggapinya adalah kita harus bisa bertindak cerdas, kreatif dan critical thinking. Jadi harus selalu mencari dan mencari dan membandingkan dengan situs-situs yang lainnya. Jadi wajib berpikir kritis jangan langsung percaya akan satu portal berita," ungkapnya.

Prof Soetanto juga menegaskan sanksi UU ITE sangatlah berat. Masyarakat tidak boleh langsung mengasumsikan suatu berita tanpa mengecek keasliannya karena jika ikut menyebarkan berita yang ternyata hoaks, maka akan mendapat sanksi yang berat dari UU ITE tersebut.

"Stop berasumsi langsung tanpa mengecek, kita baru menyadari bahwa perilaku dan tingkah laku kita mulai di lihat. Dengan munculnya UU ITE ini, kita tidak boleh langsung mengasumsikan dan menyebarkan tanpa mengecek lagi keaslian berita tersebut. Dikarenakan sanksi atau hukuman UU ITE itu keras sekali," ujarnya.

Tak lupa, Prof Soetanto mengajak masyarakat untuk terus membaca agar lebih memahami UU ITE. Ketika masyarakat paham, maka bisa disebut orang yang cerdas dan bisa menciptakan ruang digital yang baik di media sosial nantinya.

"Buka pasal 27 UU ITE, ada macam-macam. Saya ingin Anda untuk terus membaca dan membaca tentang hukum, norma dan perilaku. Ketika kita paham akan norma dan perilaku yang baik di media sosial, maka di situ kita bisa dikatakan sebagai orang yang cerdas," jelasnya.

Kegiatan Seminar Literasi Digital dengan tema "Menciptakan Masyarakat Cerdas Dengan Berani Melawan Hoaks dan Isu Sara" merupakan rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kegiatan ini dihadiri 133 peserta yang datang dari berbagai lapisan masyarakat di sekitar Kota Surabaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.