Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menghadapi Tantangan Pasar Uni Eropa, Indonesia Dorong Inklusi Petani Kecil dalam Industri Minyak Kelapa Sawit

📅 Selasa, 05 Des 2023, 17:45 WIB | Oleh:
Menghadapi Tantangan Pasar Uni Eropa, Indonesia Dorong Inklusi Petani Kecil dalam Industri Minyak Kelapa Sawit Doc: Dok Kementerian Luar Negeri Indonesia

JAKARTA - Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Indonesia menggelar Epistemic Community and Market Forum (ECMF) yang mempertemukan 50 pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, swasta, LSM, dan akademisi di Madrid, Spanyol, pada 30 November, dan di Roma, Italia, pada 1 Desember lalu.

Pertemuan ini digelar guna memastikan petani kecil Indonesia tidak dikesampingkan dari pasar Uni Eropa dengan penerapan regulasi bebas deforestasi atau EU Deforestation-free Regulation (EUDR).

Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN), Dr Yayan GH Mulyana, menyoroti peran penting minyak kelapa sawit dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan Spanyol dan Italia.

"Minyak kelapa sawit merupakan komoditas penting dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan Spanyol dan Italia, di mana impor minyak nabati kedua negara dari Indonesia masing-masing 54 persen dan 52 persen untuk menyokong industri pangan dan kosmetik," ujar Yayan seraya menekankan urgensi partisipasi petani kecil Indonesia dalam rantai pasok minyak nabati dan komoditas pertanian lainnya di Eropa, seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Selasa (5/12).

Dalam forum ini, terungkap bahwa persepsi negatif terhadap minyak kelapa sawit di Eropa disebabkan oleh dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Staf Ahli Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam, Dr Musdalifah Mahmud, menegaskan komitmen Indonesia terhadap produksi dan perdagangan minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Terkait hal tersebut, Profesor Pietro Paganini, co-founder Competere (Italia), meminta pihak Uni Eropa untuk konsultasi dengan negara-negara produsen dan petani kecil komoditas dalam pembuatan kebijakan. Bahkan, petani kecil di Indonesia yang berfokus untuk sawit ada sekitar 40-42 persen, jauh lebih kecil dibandingkan pada sektor kopi, kakao, dan karet.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Multilateral, Rio Budi Rahmanto, menyoroti bahwa hingga saat ini, EUDR belum mempertimbangkan upaya dan capaian keberlanjutan yang sudah ada, dan kebijakan ini dapat mengeksklusikan petani kecil Indonesia dari pasar Uni Eropa.

Melalui survei, para peserta menegaskan perlunya memastikan partisipasi inklusif petani kecil Indonesia, sehingga Spanyol dan Italia bersama Indonesia perlu bersinergi untuk memastikan keberlanjutan industri minyak kelapa sawit dan komoditas pertanian lainnya, sambil terus membuka ruang dialog dengan Uni Eropa guna memastikan kebijakan yang adil dan inklusif bagi petani kecil Indonesia di pasar internasional.? I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

10 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.