Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WMO: 2023 Akan Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah

📅 Jumat, 01 Des 2023, 16:55 WIB | Oleh:
WMO: 2023 Akan Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah Doc: ANTARA/Fauzan
Ket. Arsip foto - Warga berjalan di tengah cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (24/4).

LONDON - Badan cuaca PBB pada Kamis menyatakan bahwa 2023 kemungkinan bakal menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah sehingga lembaga tersebut menekankan perlunya tindakan segera untuk mengatasi perubahan iklim.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan peringatan bahwa bencana banjir, kebakaran hutan, pencairan gletser, dan gelombang panas akan menjadi lebih umum dan intens di masa depan.

Menurut WMO, suhu rata-rata global pada 2023 telah meningkat sekitar 1,4 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri.

Suhu global saat ini hanya 0,1 derajat di bawah batas 1,5 derajat Celcius yang ditetapkan oleh Perjanjian Iklim Paris pada 2015.

Perjanjian Paris adalah perjanjian internasional yang ditandatangani oleh hampir 200 negara yang bertujuan mencegah supaya kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius pada akhir abad ini.

WMO menyebut tingkat karbon dioksida di atmosfer telah melonjak hingga 50 persen di atas level yang pernah tercatat pada era pra-industri.

Badan cuaca global itu memperingatkan bahwa suhu akan terus naik selama bertahun-tahun ke depan.

Peningkatan tingkat karbon dioksida di atmosfer yang mengkhawatirkan ini menunjukkan bahwa suhu akan terus meningkat dalam jangka waktu lama, bahkan jika langkah-langkah pengurangan emisi drastis diterapkan, katanya.

Badan tersebut juga menyoroti bahwa periode 2015 hingga 2023 merupakan periode paling hangat yang pernah tercatat.

Meskipun temuan tersebut mencakup data hingga Oktober, WMO menegaskan bahwa dua bulan terakhir tahun ini tidak mungkin cukup untuk mencegah tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.