Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Kurangi Miliaran Dollar AS PDB Global

📅 Rabu, 29 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Kurangi Miliaran Dollar AS PDB Global Doc: GABRIEL BOUYS / AFP
Ket. Papan layar menampilkan ramalan cuaca selama musim panas di pusat Kota Milan, beberapa waktu lalu. Perubahan iklim telah mengurangi miliaran dollar AS perekonomian dunia.

PARIS - Perubahan iklim telah mengurangi miliaran dollar AS perekonomian dunia, dan negara-negara berkembang paling terkena dampaknya, menurut laporan baru yang diterbitkan pada 28 November menjelang perundingan iklim COP-28.

Laporan Universitas Delaware memperkirakan bahwa dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia mengurangi 6,3 persen output ekonomi global tahun lalu, jika ditimbang berdasarkan populasi.

Angka-angka itu mencerminkan dampak langsung perubahan iklim - seperti gangguan terhadap pertanian dan manufaktur, dan berkurangnya produktivitas akibat panas tinggi - serta dampak limpahan terhadap perdagangan dan investasi global.

"Dunia menjadi triliunan dollar AS lebih miskin akibat perubahan iklim dan sebagian besar beban tersebut ditanggung oleh negara-negara miskin," kata penulis utama James Rising dari University of Delaware.

"Saya berharap informasi ini dapat memperjelas tantangan yang dihadapi banyak negara saat ini dan dukungan yang sangat mereka perlukan untuk mengatasinya," tambahnya.

Jika dihitung tanpa memperhitungkan dampak yang ditanggung oleh rata-rata orang, kerugian PDB global adalah 1,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sekitar 1,5 triliun dollar AS pada tahun 2022.

"Perbedaan antara kedua angka tersebut mencerminkan distribusi dampak yang tidak merata, yang terkonsentrasi di negara-negara berpenghasilan rendah dan wilayah tropis yang biasanya memiliki populasi lebih banyak dan PDB lebih sedikit," kata para penulis dalam sebuah pernyataan.

Paling Terdampak

Negara-negara kurang berkembang mengalami penurunan PDB tertimbang populasi yang lebih tinggi, yakni sebesar 8,3 persen, dengan Asia Tenggara dan Afrika Selatan yang paling terkena dampaknya yaitu masing-masing kehilangan 14,1 persen dan 11,2 persen PDB mereka.

Di sisi lain, beberapa negara maju justru diuntungkan. Berkat musim dingin yang lebih hangat, Eropa mengalami kenaikan bersih PDB sebesar hampir lima persen tahun lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.