Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Miring CEO Raksasa Migas Bisa Abaikan Agenda Iklim untuk Negara Berkembang

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Agenda COP28

Penilaian kami menemukan bahwa, kepemimpinan UEA telah melampaui kepresidenan COP-COP sebelumnya.

Laporan kami menemukan bahwa nilai total proyek energi terbarukan yang direncanakan UEA dengan berbagai mitra pada dekade ini berjumlah lebih dari $300 miliar (Rp4.600 triliun). Analisis kami menemukan bahwa jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan investasi energi ramah lingkungan yang dimobilisasi oleh kepresidenan COP sebelumnya.

Agenda COP28 yang UEA promosikan juga menawarkan jalur menjanjikan untuk mempercepat transisi bahan bakar fosil global.

Agenda tersebut mencakup tujuan peningkatan kapasitas energi terbarukan sebanyak tiga kali lipat dalam tujuh tahun ke depan. Ekspansi besar-besaran ini berpeluang memangkas ongkos investasi energi terbarukan dan mengalahkan nilai keekonomian bahan bakar fosil dengan cepat, setidaknya dalam 20 tahun ke depan.

COP28 juga mengagendakan pertemuan agar negara-negara setuju menghilangkan produksi bahan bakar fosil di mana emisi karbon tidak dapat ditangkap pada pertengahan abad ini. Kesepakatan tersebut dapat mempercepat peningkatan penangkapan, penggunaan, dan penyimpanan karbon secara komersial.

Restrukturisasi pendanaan iklim agar berbiaya rendah dan mengurangi beban utang, seperti yang diusulkan oleh kepresidenan UEA, pada akhirnya dapat membuat dana triliunan dolar mengalir. Dana ini sangat dibutuhkan negara berkembang untuk transisi energi sembari melakukan industrialisasi. Apalagi, kekurangan pendanaan adalah hambatan utama transisi energi di negara berkembang sehingga agenda ini dalam COP 28 sangatlah penting.

Kabar bahwa CEO perusahaan minyak memimpin pertemuan puncak perubahan iklim merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi siapa pun yang mengupayakan aksi cepat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Kita juga masih harus dilihat seberapa besar dedikasi UEA dalam kebijakan-kebijakan ini.

Namun, saya dan rekan penulis laporan ini menyimpulkan bahwa jika COP28 berhasil mencapai kesepakatan penting mengenai isu-isu di atas, hal ini akan menjadi langkah signifikan dalam mempercepat transisi yang adil dari bahan bakar fosil. COP 28 juga dapat memicu perbaikan besar dalam hal-hal yang berkaitan dengan bahan bakar fosil, sebagaimana diusulkan dalam COP sebelumnya.The Conversation

Ibrahim Ozdemir, Professor of Philosophy, Uskudar University; Visiting Professor, Clark University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.