Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gencatan Senjata Israel dan Hamas Dimulai Jumat

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Gencatan Senjata Israel dan Hamas Dimulai Jumat Doc: ISTIMEWA
Ket. MEDIATOR QATAR - Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, 13 perempuan dan anak-anak yang disandera di Gaza akan dibebaskan pada pukul 16.00.

GAZA - Gencatan senjata selama empat hari dalam perang Israel-Hamas dimulai pada Jumat (24/11), dan para sandera akan dibebaskan dengan imbalan tahanan, menjadi penangguhan pertama dalam tujuh minggu perang yang telah memakan korban ribuan orang.

Dikutip dari France 24, kedua belah pihak sepakat untuk meletakkan senjata dan menghentikan pemboman mulai pukul 07.00 pagi (05.00 GMT) dalam konflik yang meletus setelah serangan mematikan Hamas ke Israel pada 7 Oktober.

"Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, 13 perempuan dan anak-anak yang disandera di Gaza akan dibebaskan pada pukul 16.00, diikuti oleh sejumlah tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel," kata mediator Qatar.

Selama empat hari, setidaknya 50 sandera warga Israel akan dibebaskan sehingga sekitar 190 sandera berada di tangan Hamas. Sebagai imbalannya, 150 tahanan Palestina diperkirakan akan dibebaskan.

Bagi dua juta lebih penduduk Gaza, kesepakatan ini menjanjikan kelonggaran dari pemboman Israel yang berkepanjangan selama berminggu-minggu.

Menurut PBB, 1,7 juta dari 2,4 juta penduduk wilayah ini diperkirakan telah mengungsi. Saat fajar, ribuan orang yang mengungsi ke daerah dekat perbatasan Gaza dengan Mesir bersiap untuk kembali ke desanya.

Tinggalkan Penampungan

Di Khan Yunis, warga Palestina memuat barang-barang mereka ke dalam gerobak, mengikatnya ke atap mobil atau menyampirkan tas di bahu mereka, memadati jalan untuk kembali ke rumah mereka di timur kota setelah meninggalkan tempat penampungan sementara.

Beberapa menit setelah gencatan senjata diberlakukan, Omar Jibrin yang berusia 16 tahun, muncul dari sebuah rumah sakit di selatan wilayah tempat ia dan delapan anggota keluarganya mencari perlindungan. "Saya akan pulang," katanya saat memulai perjalanan.

Namun, pesawat tempur Israel di Gaza selatan menjatuhkan selebaran yang memperingatkan masyarakat agar tidak kembali ke utara. "Perang belum berakhir. Kembali ke utara dilarang dan sangat berbahaya!" bunyi selebaran tersebut.

"Sekitar 15 menit setelah gencatan senjata dimulai, sirene peringatan adanya roket datang terdengar di beberapa komunitas di sepanjang perbatasan Israel dengan Gaza," kata militer Israel, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut siaran langsung AFPTV, sekitar dua jam setelah jeda, gumpalan asap gelap masih terlihat membubung di utara Gaza.

Jumlah pasti korban dalam perang tersebut tidak dapat dipastikan secara independen, namun bagi banyak keluarga Palestina dan Israel, gencatan senjata terjadi terlambat.

"Hal terakhir yang dia katakan kepada saya adalah dia menunggu gencatan senjata pada hari Jumat," kata Fida Zayed, seorang warga Gaza yang putranya yang berusia 20 tahun, Udai, tewas dalam serangan udara baru-baru ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.