Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanasan Suhu Bumi Sentuh 2°C pada November, Apa yang Sedang Terjadi?

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 11:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemanasan Suhu Bumi Sentuh 2°C pada November, Apa yang Sedang Terjadi? Doc: The Conversation/Getty Images
Ket. Sejauh ini, perubahan iklim adalah faktor terbesar yang menyebabkan peningkatan suhu bumi.

Andrew King, The University of Melbourne

Pada September, pemanasan suhu Bumi melampaui 1,5°C. Dua bulan kemudian, pemanasan Bumi naik lagi hingga sempat menyentuh 2°C. Wajar jika kita bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Apa yang kita lihat bukanlah perubahan iklim yang tidak terkendali. Ini adalah lonjakan suhu harian, bukan pola jangka panjang yang jadi acuan untuk mengatakan bahwa suhu dunia saat ini lebih panas 2°C dibandingkan era praindustri.

Namun, kenaikan suhu pertama yang melewati batas aman Bumi ini adalah alarm terkeras sepanjang sejarah. Kenaikan suhu terjadi seiring dengan peringatan Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) bahwa dunia masih berada di jalur menuju pemanasan 3°C yang "sangat buruk" pada akhir abad ini.

Kendati demikian, kenaikan suhu ini tidak menandai kegagalan kita. Lonjakan pemanasan tiba-tiba tahun 2023 terjadi karena kombinasi beberapa faktor: perubahan iklim, El Nino kuat, kegagalan pembentukan kembali es laut setelah musim dingin, berkurangnya polusi aerosol, dan peningkatan aktivitas matahari. Ada juga faktor kecil seperti dampak letusan gunung berapi di dekat Tonga.

Seberapa signifikan faktor-faktor ini?

1. Perubahan iklim

Sejauh ini, perubahan iklim adalah faktor terbesar. Banyak dari kita yang tidak menyadari betapa barunya periode emisi intens yang kita alami. Jika kamu lahir pada 1983, 50% dari seluruh emisi umat manusia telah dibuang ke atmosfer sejak kelahiranmu. Emisi manusia dan aktivitas lainnya sejauh ini berkontribusi memanaskan suhu Bumi sebesar 1,2°C.

Gas rumah kaca memerangkap panas, itulah sebabnya bumi tidak terselimuti salju. Namun, 2 triliun ton energi fosil yang kita ambil dari bawah tanah dan dikembalikan ke atmosfer memerangkap lebih dan lebih banyak panas. Bumi bakal terus memanas hingga kita berhenti menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan panas atau listrik.

2. El Nino

Siklus iklim El Nino di kawasan Pasifik memiliki pengaruh alami terbesar terhadap iklim. Hal ini karena kawasan Pasifik sangat luas, mencakup 30% permukaan bumi.

Saat mengalami fase El Nino, lautan di lepas pantai Amerika Selatan memanas. Hal ini, pada gilirannya, biasanya membuat suhu rata-rata global menjadi lebih panas.

Saat ini, ada gelombang panas yang berbahaya di Brasil. Saat terkombinasi dengan kelembapan, gelombang panas membuat suhu di sana terasa seperti 60°C. Kondisi tersebut berkontribusi pada kematian seorang penggemar di konser Taylor Swift di Rio de Janeiro minggu lalu.

El Nino kemungkinan akan memuncak dalam dua bulan ke depan. Namun, dampaknya mungkin terus berlanjut sepanjang 2024, sehingga menyebabkan suhu rata-rata global lebih tinggi sekitar 0,15°C.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

40 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.