Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Defisit NPI Ikut Menekan Kurs Rupiah

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Defisit NPI Ikut Menekan Kurs Rupiah Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2023 yang defisit menjadi faktor yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus melemah.

Analis Bank Woori Saudara BWS, Rully Nova, mengatakan NPI yang defisit memperlemah rupiah karena capital outflow belum sepenuhnya kembali ke pasar dalam negeri.

NPI pada kuartal III-2023 mencatatkan defisit 1,5 miliar dollar AS atau lebih rendah dibandingkan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar 7,4 miliar dollar AS. Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial yang membaik.

Transaksi berjalan di kuartal III-2023 menunjukkan defisit 0,9 miliar dollar AS (0,2 persen dari Produk Domestik Bruto), jauh menurun dibandingkan dengan defisit 2,2 miliar dollar AS (0,6 persen dari PDB) pada kuartal sebelumnya.

Kendati demikian, Rully menilai adanya perbaikan signifikan dari NPI kuartal III-2023 tidak mampu menopang kurs rupiah.

Pelemahan rupiah, jelasnya, sangat dipengaruhi faktor eksternal, yakni Federal Reserve (the Fed) yang tak memberikan sinyal untuk memangkas suku bunga pada risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

"The Fed masih tetap membuka peluang kenaikan suku bunga bila data-data terutama data inflasi mendukung," katanya seperti dikutip dari Antara.

Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell, mengatakan bahwa inflasi masih jauh di atas target dan suku bunga tinggi masih diperlukan saat ini. Karena itu, the Fed akan berhati-hati dalam mengambil keputusan ke depannya.

Pada penutupan perdagangan Rabu (22/11), kurs rupiah melemah 135 poin atau 0,87 persen ke level 15.575 per dollar AS dibanding penutupan sebelumnya di posisi 15.440 per dollar AS.

Kebutuhan Meningkat

Dari Yogyakarta, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan bahwa tekanan terhadap rupiah memang masih terus kuat selain the Fed yang masih memberi sinyal belum akan menurunkan suku bunganya, ada kebutuhan dollar AS yang membesar di dalam negeri, terutama untuk pembayaran utang di akhir tahun dan juga impor.

Dengan ketidakstabilan dunia saat ini, maka penting, kata Susilo, untuk membuat nyaman dollar yang ada di dalam negeri, terlebih kalau bisa menarik capital outflow yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, mengatakan arus modal keluar, diperkirakan masih terjadi karena meningkatnya ketidakpastian di pasar global, melambatnya permintaan global, dan sikap higher for longer oleh the Fed untuk jangka waktu yang lebih lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.