Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Begini Cara Agar Pelestarian Gunung Rinjani Naik Kelas

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 13:34 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di sekitar Gunung Rinjani, misalnya, masyarakat belum mampu mengolah dan membudidayakan hasil hutan non kayu, seperti rotan jernang, pranajiwa, jamur morel, madu, dan hasil lainnya. Masalah kemampuan pengolahan juga dapat kita temui dalam perhutanan sosial di daerah lainnya.

Pengolahan dan budi daya adalah kemampuan yang sangat penting agar warga sekitar hutan tak tergantung dengan penjualan bahan baku. Penjualan hasil olahan dan budi daya juga dapat meningkatkan nilai penjualan sehingga memperbesar kontribusi hasil hutan dalam pendapatan masyarakat.

Selain pengolahan, usaha warga juga masih terbentur dengan keterbatasan kemampuan pemasaran dan semangat kewirausahaan.

Saya menganggap persoalan ini terjadi karena pembentukan kelompok masyarakat Kemitraan Konservasi masih bersifat top-down. Artinya, selama ini masyarakat hanya mendapatkan penawaran pengelolaan dari pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani. Pola ini membuat inisiatif dari mitra lebih rendah dibandingkan pola bottom-up atau pengajuan dari masyarakat.

Kemitraan Konservasi yang lebih efektif

Kemitraan Konservasi Gunung Rinjani perlu meningkatkan nilai tambahnya agar lebih menguntungkan masyarakat sekitar.

Namun, kemampuan pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani memberikan dukungan finansial bagi pengembangan Kemitraan terbatas. Karena itulah, masyarakat mitra konservasi membutuhkan dukungan dari pihak luar.

Mereka, misalnya, membutuhkan teknologi pengelolaan resin dari rotan jernang. Resin ini merupakan komoditas ekspor untuk bahan baku obat, cat pelapis, dan sebagainya. Penjualan resin yang sudah diolah akan menambah nilai penjualannya, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Masyarakat juga perlu mendapatkan sokongan untuk berserikat membentuk koperasi. Tujuannya untuk memperkuat aktivitas pemasaran produk hasil hutan bukan kayu, terutama komoditas yang melimpah dan bernilai tinggi.

Indonesia dapat mencontoh koperasi yang tengah dikembangkan dan diarusutamakan untuk menyejahterakan para petani hutan di Amerika Latin dan Amerika Tengah. Hadirnya koperasi menjadikan petani memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dan berkedudukan lebih setara dengan para pembeli.

Lebih dari itu, koperasi juga dapat memicu masyarakat dalam memperbaiki posisi mereka dalam sistem pasar, sembari memegang prinsip gotong-royong. Koperasi pun berpotensi merangsang perbaikan tata kelola bisnis mereka yang lain, seperti jasa wisata.

Kemitraan Konservasi untuk mendukung pelestarian Gunung Rinjani perlu naik kelas dan membutuhkan kolaborasi setidaknya triple-helix: masyarakat, pengelola taman nasional, dan ahli di bidangnya. Pemerintah daerah juga dapat ikut serta guna memenuhi tujuan menyejahterakan warganya.

Kolaborasi seperti ini, juga perlu menjadi model dasar untuk skema Kemitraan Konservasi lainnya di Indonesia. Harapannya, target konservasi Indonesia yang bermanfaat bagi keanekaragaman hayati dan penanganan perubahan iklim juga mengungkit taraf hidup masyarakat.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.