Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laporan: Satu Persen Orang Terkaya di Dunia Menghasilkan Karbon Setara dengan Dua Pertiga Orang Termiskin di Dunia

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 00:08 WIB | Oleh:
Laporan: Satu Persen Orang Terkaya di Dunia Menghasilkan Karbon Setara dengan Dua Pertiga Orang Termiskin di Dunia Doc: istimewa
Ket. Meskipun memerangi krisis iklim merupakan tantangan bersama, tidak semua orang memiliki tanggung jawab yang sama.

WASHINGTON - Organisasi nirlaba, Oxfam International, pada Minggu (19/11) menerbitkan hasil analisis yang menyebutkan satu persen penduduk terkaya di dunia bertanggung jawab atas jumlah emisi karbon yang sama dengan dua pertiga atau lima miliar orang termiskin di dunia.

"Meskipun memerangi krisis iklim merupakan tantangan bersama, tidak semua orang memiliki tanggung jawab yang sama, dan kebijakan pemerintah harus disesuaikan," kata Max Lawson, salah satu penulis laporan tersebut.

"Semakin kaya Anda, semakin mudah untuk mengurangi emisi pribadi dan investasi Anda. Anda tidak memerlukan mobil ketiga, atau liburan keempat, atau Anda tidak perlu berinvestasi di industri semen," katanya.

Dikutip dari The Straits Times, laporan bertajuk Climate Equality: A Planet For The 99% ini didasarkan pada penelitian yang dikumpulkan oleh Stockholm Environment Institute dan mengkaji emisi konsumsi yang terkait dengan kelompok pendapatan berbeda hingga tahun 2019.

Laporan ini diterbitkan ketika para pemimpin dunia bersiap untuk bertemu dalam pembicaraan iklim pada KTT Conference of the Parties 28 (COP-28) di Dubai pada bulan November nanti. Kekhawatiran semakin meningkat bahwa membatasi pemanasan jangka panjang hingga 1,5 derajat Celcius mungkin tidak mungkin tercapai.

Temuan utama studi ini adalah bahwa 1 persen orang terkaya di dunia, yaitu 77 juta orang, bertanggung jawab atas 16 persen emisi global yang terkait dengan konsumsi mereka. Jumlah tersebut setara dengan 66 persen populasi terbawah dalam hal pendapatan atau 5,11 miliar orang.

Ambang batas pendapatan untuk menjadi salah satu kelompok 1 persen teratas global disesuaikan berdasarkan negara dengan menggunakan paritas daya beli, misalnya, di Amerika Serikat, ambang batasnya adalah 140.000 dolar AS, sedangkan di Kenya setara dengan 40.000 dolar AS.

Analisis terhadap masing-masing negara juga memberikan gambaran yang sangat jelas.

Misalnya, di Perancis, 1 persen kelompok terkaya mengeluarkan karbon dalam satu tahun sama banyaknya dengan 50 persen kelompok termiskin dalam 10 tahun.

Tidak termasuk karbon yang terkait dengan investasinya, miliarder pendiri Louis Vuitton dan orang terkaya di Prancis, Bernard Arnault, memiliki jejak 1.270 kali lebih besar dibandingkan rata-rata orang Prancis.

Pesan utamanya, menurut Lawson, adalah tindakan kebijakan harus progresif.

"Kami berpendapat bahwa kecuali pemerintah memberlakukan kebijakan iklim yang progresif, di mana Anda melihat orang-orang yang mengeluarkan emisi terbesar diminta untuk melakukan pengorbanan terbesar, maka kita tidak akan pernah bisa mendapatkan politik yang baik dalam hal ini," katanya.

Langkah-langkah ini dapat mencakup pajak atas penerbangan lebih dari 10 kali dalam setahun, atau pajak atas investasi non-hijau yang jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas investasi ramah lingkungan.

"Meskipun laporan saat ini berfokus pada karbon yang hanya terkait dengan konsumsi individu, konsumsi pribadi orang-orang super kaya jauh lebih kecil dibandingkan emisi yang dihasilkan dari investasi mereka di perusahaan" demikian temuan laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.