Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menimang-nimang Batik Jakarta agar Dikenal Lebih Luas

📅 Senin, 13 Nov 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Menimang-nimang Batik Jakarta agar Dikenal Lebih Luas Doc: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Ket. Peserta membatik menggunakan canting dalam kegiatan lokakarya pendampingan batik tulis betawi yang digelar Dinas Perindustrian, ­Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI ­Jakarta di Jakarta.

Budaya fashion Jakarta semakin mendapat tempat, termasuk batik Jakarta.

Banyak usaha kecil menengah (UKM) yang menekuni bisnis batik Jakarta atau batik Betawi. Bahkan ada yang telah memiliki butik khusus batik Betawi, Elemwe.

Lily Mariasari selaku pemilik Elemwe menjelaskan, batik Betawi dapat dikembangkan melalui sejumlah cara. Misalnya, dengan lomba desain, mengadakan pembinaan para pengrajin, bekerja sama dengan Abang None, serta membawa karya-karya batik Betawi ke mancanegara.

"Kita ini kan ada di Jakarta. Maka, kita mempromosikan seni budaya Jakarta. Nah, batik Betawi sebagai salah satu seni budaya Jakarta yang wajib kita promosikan," ujar Lily Mariasari dalam acara Podcast Budaya di kanal YouTube resmi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa fesyen selalu berkembang. Dulu, batik selalu dipakai di acara-acara resmi. Tetapi seiring waktu penggunaannya semakin berkembang, bisa dipakai di berbagai macam suasana dan acara, bahkan untuk ke kantor.

"Bahkan anak-anak muda sekarang sudah mulai kan, bagaimana kita memodifikasi batik itu menjadi look yang lebih trendy," ujarnya. Lily menjelaskan, batik Betawi sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, ujarnya, lebih dikenal sebagai batik Batavia, dan dipakai oleh para nona dan nyai. Dia menyebutkan motif yang sering dipakai adalah bunga-bunga.

Akan tetapi, tambahnya, batik Betawi tidak terlalu terkenal pada masa itu, karena produk-produk batik masih didominasi oleh batik dari Jawa. "Terus, makin ke sini, makin ke sini, makin ke sini, di mana ada peraturan bahwa setiap daerah harus memiliki seni batik masing-masing, dengan corak seni budaya masing-masing. Nah, mulai dari saat itu, Jakarta, atau Betawi, bangkit lagi," dia menuturkan.

Melalui motif-motif batik berupa ciri khas seperti ondel-ondel, gigi balang, dan tapak dara, katanya, Jakarta mulai mempromosikan seni budayanya kembali dalam bentuk fesyen. Dalam proses kreasi desain batik Betawi sendiri, ujarnya, dia berinovasi dengan mengikuti tren mode yang sedang berkembang tanpa menyingkirkan unsur-unsur budaya Betawinya.

Contohnya, ujarnya, memberikan sentuhan warna lain pada ondel-ondel yang biasanya dikenal dengan warna merah. "Kalau kita tidak berkembang atau berinovasi, itu lah, makanya batik Betawi dikenalnya itu-itu saja," katanya.

Dia juga mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Abang None untuk mempromosikan penggunaan batik Betawi di kalangan anak muda. Selain itu, katanya, mereka juga berupaya menarik minat orang luar negeri dengan cara bermain dengan warna dalam desainnya. Menurutnya, Betawi identik dengan warna-warna yang cerah.

"Kalau contohnya kita ke Eropa. Eropa kan kurang menerima kalau warna-warna seperti itu. Dia lebih kayak monokrom gitu ya," katanya.

Dia menceritakan satu pengalaman uniknya ketika membawa batik-batik bermotif Betawi itu ke luar negeri. Ketika di Rusia, ujarnya, sekumpulan bapak-bapak memperebutkan batik bermotif bajaj. Transaksi dan interaksi itu berlanjut, tambahnya, bahkan saat dirinya pulang ke Indonesia, di mana pembeli dari Rusia itu memesan lagi batik Betawi.

Adapun sejumlah tantangan yang mereka hadapi, ujarnya, yaitu melatih ketelitian para pengrajin. Menurutnya, karena kesenian membatik baru berkembang di DKI dibandingkan di daerah-daerah lain, seperti Jawa, maka tingkat ketelitian pengrajin dari daerah lain lebih unggul dibandingkan pengrajin Jakarta.

Dia menilai, para pengrajin butuh pendampingan agar bisa memenuhi permintaan klien secara total. Dia menjelaskan, untuk pendampingan dalam pembuatan batik secara cap, waktunya relatif lebih singkat, sedangkan pembinaan untuk batik tulis lebih lama. Lily mengaku, pembinaan batik tulis sudah memasuki tahun ketiga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.