Takut The Fed Galak Lagi, IHSG Langsung Melempem!
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Fauzan
JAKARTA - Pelemahan IHSG saat ini bukan semata karena faktor domestik, melainkan lebih dipicu oleh kehati-hatian global.
Arah kebijakan The Fed menjadi katalis kunci, dan pasar memilih menunggu kepastian sebelum mengambil langkah besar.
Dalam jangka pendek, volatilitas tinggi masih akan mewarnai pergerakan IHSG hingga sinyal dari The Fed menjadi lebih jelas.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/7) sore, ditutup melemah 68,02 poin atau 0,89 persen ke posisi 7.549,89, di tengah pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang pengumuman suku bunga acuan The Fed.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,91 poin atau 0,86 persen ke posisi 798,15.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bursa regional Asia bergerak variatif, pelaku pasar mengambil sikap hati-hati menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve (The Fed). The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Meskipun The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Rabu (30/07) malam ini, pelaku pasar akan fokus pada konferensi pers The Fed untuk mengetahui sinyal kemungkinan penurunan suku bunga pada September 2025.
Sementara itu, ketidakpastian perdagangan berlanjut setelah perundingan Amerika Serikat (AS) dan China di Stockholm, Swedia, yang berakhir pada Selasa (29/07) tanpa kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa kesepakatan apa pun akan membutuhkan persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump.
Dari dalam negeri, laporan terbaru world economic outlook yaitu International Monetary Fund (IMF) merivisi prediksi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dari sebelumnya 4,7 persen menjadi 4,8 persen.
Namun demikian, target itu lebih rendah dari target pemerintah yang di awal tahun target sebesar 5,2 persen. Tentunya ini tidak terlepas dari dampak perlambatan global dan tekanan eksternal yang belum mereda.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,24 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 1,00 persen dan 0,86 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 3,01 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang baku yang masing-masing turun sebesar 2,19 persen dan 1,07 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!