Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Peringatkan Manusia Jangan Sampai Terlambat Menyadari Ancaman AI

📅 Senin, 13 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Ilmuwan Peringatkan Manusia Jangan Sampai Terlambat Menyadari Ancaman AI Doc: AFP
Ket. Ilmuwan komputer dan psikolog kognitif dari Kanada, Geoffrey Hinton

TORONTO - Ilmuwan komputer dan psikolog kognitif dari Kanada, Geoffrey Hinton, yang dikenal sebagai "Godfather of Al", baru-baru ini memperingatkan, kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (Al), memiliki potensi serius untuk menjadi terlalu pintar dan mengambil kendali.

Dia yakin Al dapat belajar, membuat pilihan, dan bahkan mendapatkan kesadaran diri, tetapi ia belajar secara berbeda dari manusia, sehingga menimbulkan tantangan.

Dikutip dari tayangan acara "60 Menit" CBS News, Hinton khawatir tentang Al yang bertindak mandiri dan menjadi makhluk hidup.

Menurutnya, umat manusia tidak menyadari akan potensi bahaya dari AI. "Saya kira kita sedang dalam periode, yang pertama kali dalam sejarah, ada sesuatu yang lebih cerdas dari kita," ujarnya.

Hinton juga yakin AI dapat memahami berbagai hal, cerdas, dan sistem AI dapat belajar dari pengalamannya sendiri.

"Sama seperti pada manusia. Dan mereka mememiliki kesadaran diri," ujarnya, menambahkan bahwa manusia hanya akan menempati urutan kedua dalam hal kecerdasan.

Sejak 2013 hingga 2023, Hinton membagi waktunya bekerja untuk Google (Google Brain) dan Universitas Toronto, sebelum secara terbuka mengumumkan kepergiannya dari Google pada Mei 2023, dengan alasan kekhawatiran akan risiko teknologi AI. Pada 2017, ia ikut mendirikan dan menjadi kepala penasihat ilmiah di Vector Institute di Toronto.

"AI berkembang jauh lebih lama dari yang saya perkirakan, saya kira perlu waktu 50 tahun, tapi pada akhirnya berhasil bekerja dengan baik," ungkapnya.

Pada tahun 2019, Hinton dan rekannta, Yann Lecun, dan Yoshua Bengio, memenangkan Penghargaan Turing, Hadiah Nobel bidang komputasi.

Menurut Hinton, bahkan chatbot terbesar hanya memiliki sekitar satu triliun koneksi di dalamnya, sedangkan otak manusia memiliki sekitar 100 triliun.

"Namun, dari triliunan koneksi di chatbot, ia mengetahui jauh lebih banyak daripada yang Anda ketahui dalam seratus triliun koneksi Anda, yang menunjukkan bahwa ia memiliki cara yang jauh lebih baik untuk memasukkan pengetahuan ke dalam koneksi tersebut," ujarnya.

Hinton mengatakan, para ilmuwan merancang algoritma pembelajaran bagi AI. Itu seperti merancang prinsip evolusi. Namun ketika algoritma pembelajaran ini kemudian berinteraksi dengan data, menghasilkan jaringan saraf rumit yang mampu melakukan sesuatu dengan baik. "Namun kami tidak benar-benar memahami bagaimana mereka melakukan hal-hal tersebut," terangnya.

Lepas Kendali

Dia menjelaskan, salah satu cara sistem ini lepas kendali adalah dengan menulis kode komputernya sendiri untuk memodifikasi dirinya sendiri. "Dan itu adalah sesuatu yang perlu kita khawatirkan secara serius," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.