Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Membumikan Pancasila Melalui Buku Bahan Ajar Pendidikan Pancasila

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 00:43 WIB | Oleh:
Membumikan Pancasila Melalui Buku Bahan Ajar Pendidikan Pancasila Doc: istimewa
Ket. Staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo pada acara pembinaan ideologi Pancasila dengan tema Membumikan Pancasila Melalui Mata Ajar Pendidikan Pancasila pada Sistem Pendidikan Nasional.

JAKARTA - Sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Komisi 2 DPR dan Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi BPIP menggelar acara pembinaan ideologi Pancasila dengan tema Membumikan Pancasila Melalui Mata Ajar Pendidikan Pancasila pada Sistem Pendidikan Nasional.

Menurut siaran persnya yang diterima Koran Jakarta, Jumat (10/11), acara ini berlangsung selama tiga hari, pada 6-8 November 2023, di tiga lokasi berbeda yaitu Kisaran, Pematang Siantar, dan Lahat.

Acara ini dihadiri sekitar 1000 guru tingkat pendidikan dasar dan menengah dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Mereka mendapatkan informasi dan kisi-kisi dari BPIP mengenai buku materi dan bahan ajar Pancasila yang disusun para pakar lintas disiplin ilmu dan iman.

Tujuan dari pengenalan ini agar para guru mendapatkan standar mengenai cara yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman peserta didik tentang Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.

Pada pembukaan, Senin (6/10), acara berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Asahan, Kisaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Supriyanto menyatakan jadikan pertemuan ini sebagai tuntunan dalam upaya menerjemahkan kebinekaan melalui Pancasila dalam masyarakat.

Hal ini diperlukan agar ada informasi lebih lanjut mengenai buku bahan ajar Pancasila di Kabupaten Asahan dapat aktual dalam upaya pengajaran dan pembumian Pancasila di Kabupaten Asahan dan lebih jauh di Provinsi Sumatera Utara dan seluruh Indonesia.

Sementara itu, anggota Komisi 2 DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. menekankan perlunya sosialisasi Pancasila dengan metodologi baru agar efektif dan mampu meraih generasi masa depan.

Ia mengatakan makin banyak masyarakat yang melupakan Pancasila, masyarakat menganggap Pancasila adalah warisan masa lalu yang sudah kuno dan tidak efektif dalam upaya pengembangan masyarakat.

Untuk itu harus dilakukan dengan metodologi yang lebih modern agar anak-anak muda dapat mengerti bahwa nilai-nilai kebangsaan melalui Pancasila adalah penting sebagai jawaban dari fenomena-fenomena buruk yang terjadi dalam masyarakat.

"Bangsa ini lahir secara mandiri berkat perjuangan sendiri dan Pancasila adalah jiwa dan dasar dari semangat kemerdekaan tersebut dan karenanya sudah seharusnya Indonesia tetap menjaga dan melestarikan ideologi dan dasar negara tersebut dalam menjaga semangat persatuan dan keindonesiaan," tutur Ahmad Doli.

Selanjutnya narasumber ketiga Antonius Benny Susetyo, staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP menjelaskan buku bahan ajar Pancasila yang disusun di Yogyakarta oleh 200 pakar lintas disiplin ilmu dan iman, menjadi buku awal atau buku sumber kemudian disarikan menjadi dua buku, yaitu buku guru dan buku murid.

Ia mengatakan buku sekolah dasar membangun imajinasi peserta didik agar terjadi pembatinan nilai Pancasila supaya anak aktif dalam upaya mengalami manusia, anak yang bertuhan dan menjaga serta menghormati sesama dengan contoh-contoh aktual dan dapat mempengaruhi rasa kemanusiaan pada peserta didik.

Lebih lanjut doktor komunikasi politik itu menyatakan sudah seharusnya Pancasila menjadi sepenuhnya milik peserta didik dengan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena Pancasila mengembangkan rasa ketuhanan, keadilan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial dengan menyadari kenyataan tersebut, dimulai dari para siswa dan tenaga pendidik bisa bersinergi dengan membagi konten konten bermutu dan ber-Pancasila kepada masyarakat hingga masyarakat benar-benar memahami dan mengalami Pancasila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.