Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali Gejala Stroke Ini

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 00:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenali Gejala Stroke Ini Doc: ANTARA/Cahya Sari
Ket. Tangkapan layar dokter spesialis saraf RSPON Profesor Doktor Dokter Mahar Mardjono Jakarta Nandini Phalita Laksmi pada siniar digelar Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Jakarta - Masyarakat diminta mengenali gejala stroke melalui slogan "SeGeRa Ke RS" guna menekan kematian akibat penyakit itu, kata dokter spesialis saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Profesor Doktor Dokter Mahar Mardjono JakartaNandini Phalita Laksmi. ??????

"Ketika sudah mengenali gejalanya maka langsung dibawa ke rumah sakit tanpa ditunda-tunda, agar segera mendapatkan pertolongan," kata dia padasiniardigelar Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan 131,8 kasus kematian per 100 ribu penduduk pada 2019.

Ia mengatakan tentangpentingnyamasyarakat mengenali gejala stroke agar tidak berdampak fatal berupakematian, mengingat pertolongan terbaik pada penderita tidak boleh diberikan lebih dari 4,5 jam sejak gejala muncul.

"Banyak mitos bahwa pertolongan pertama itu jarinya ditusuk, dikasih minum, ada yang bawa ke dukun, itu sebenarnya tindakan yang hanya menghambat proses pertolongan segera," ucapnya.

Gejala stroke dengan slogan "SeGeRa Ke RS", ujarnya, yakni senyum tidak simetris atau mencong ke satu sisi, tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba, dan gerak separuh anggota tubuh melemah.

Selain itu, bicara pelo atau tidak dapat bicara, tidak mengerti kata-kata serta bicara tidak nyambung, mengalami kebas atau kesemutan separuh tubuh, rabun atau pandangan satu mata kabur, dan sakit kepala hebat muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya sehingga mengganggu fungsi keseimbangan.

Dia menyebut terdapat lima golongan orang yang memiliki risiko tinggi terkena stroke, yakni orang dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, kolesterol tinggi, perokok, dan obesitas.

"Gaya hidup tidak sehat dengan mengonsumsi makanan cepat saji, tinggi kalori, tinggi garam dan gula, sementara aktivitas fisik yang kurang menyebabkan penyakit yang mengarah pada stroke," kata Nandini.

WHO juga menyebutkan stroke penyebab utama kecacatan di seluruh dunia dan penyebab kematian nomor dua.

Lembar Fakta Stroke Global yang dirilis pada 2022 mengungkapkan risiko seumur hidup terkena stroke telah meningkat 50 persen selama 17 tahun terakhir, sedangkan pada 202 terdapat satu di antara empat orang di dunia diperkirakan terkena stroke seumur hidup.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (7/11), mengatakan bahwa pihaknya menyerap Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5,6 triliun pada 2022 dan 2023 untuk penyediaan alat kesehatan bagi penanganan sejumlah penyakit prioritas.

Stroke menjadi satu di antara lima penyakit yang diprioritaskan, selain juga jantung, bedah kanker dengan kemoterapi, layanan terapi batu ginjal dengan terapi hemodialisa, serta layanan anak untuk menangani bayi lahir prematur dengan berat kurang dari 1.800 gram.

Ia mengatakan belanja alat kesehatan pada 2022 meliputi 465 alat dengan total anggaran Rp3,2 triliun, sedangkan pada 2023 telah menyerap Rp2,4 triliun untuk belanja 230 alat kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.