Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

El Nino Belum Berakhir, Kekeringan dan Kebakaran Berisiko Makin Parah Tahun Depan

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Saya menganggap pemodelan oleh Biro Meteorologi Australia cukup valid karena berbasiskan data klimatologis lama, dari 1960-2010. Meskipun terpaut 13 tahun, data lama penting untuk membandingkan perilaku El Nino saat ini dengan kejadian pada 1997-1998 dan 2015-2016.

Prediksi Australia juga senada dengan Badan Ilmu dan Teknologi Laut-Bumi Jepang (Jamstec) yang mengatakan bahwa El Nino pada puncak pemanasannya akan melampaui 2°C.

Anomali cuaca Indonesia karena El Nino?

Cuaca panas Indonesia yang terjadi beberapa bulan belakangan memang turut dipengaruhi El Nino. Namun, dampaknya masih kecil.

Sejauh ini, kondisi panas di Indonesia masih lebih banyak dipengaruhi oleh cuaca di Samudra India. Karena itulah masih ada awan-awan di atas langit Papua, diikuti oleh hujan.

Saat El Nino mencengkeram, Papua akan lebih panas dan kering, begitu juga dengan daerah-daerah di sekitarnya hingga menjalar ke banyak wilayah di Indonesia.

Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah barat Indonesia saat ini, termasuk Jabodetabek pada sepekan terakhir, lebih dipengaruhi fenomena pemanasan dari Laut Cina Selatan.

Pemanasan kali ini tergolong anomali cuaca karena seharusnya, pada periode Oktober cuaca di kawasan tersebut cenderung lebih dingin akibat siklus monsun dingin (winter monsoon) dari November-Maret.

Musim hujan mengakhiri El Nino?

Tahun ini Indonesia mengalami musim hujan secara bertahap sejak Oktober 2023 hingga Februari 2024.

Apakah munculnya hujan menjadi pertanda berakhirnya El Nino? Sayangnya tidak. Musim hujan hanya meredam dampaknya sehingga Indonesia mungkin tidak akan sepanas saat ini. Mungkin ini bisa memberikan kita waktu untuk 'beristirahat' dari panas dan kekeringan.

Namun, hal ini tak berlangsung lama. Pada Maret 2024, ketika musim pancaroba melanda sebagian Indonesia, El Nino akan kembali mencengkeram. Saat itu, pemanasan suhu rata-rata memang menurun, tapi masih di atas 2,3°C.

Apa yang perlu kita lakukan menghadapi El Nino?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.