Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Penyaluran Air Bersih di Jabar Hingga November Capai 33 Juta Liter

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 16:30 WIB | Oleh:
BPBD: Penyaluran Air Bersih di Jabar Hingga November Capai 33 Juta Liter Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Arsip: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat dan para pejabat instansi di Jawa Barat meninjau kesiapan Jabar dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selepas apel kesiapsiagaan bencana tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/11).

BANDUNG - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan menyatakan penyaluran air bersih di provinsi itu hingga November 2023 mencapai 33 juta liter, meski belakangan hujan mulai turun pada beberapa wilayah di daerah tersebut.

"Bantuan air terus kita salurkan, dengan yang terbesar itu di Bandung, kemudian Kabupaten Bekasi, disusul Kabupaten Bogor," katanyadi Bandung, Kamis.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Dani mengungkapkan bahwa di Bandung telah disalurkan sekitar 9 juta liter, di Kabupaten Bekasi 8 juta liter, di Bogor 7 juta liter air, sementara daerah lainnya di bawah itu.

Dani mengatakan meski kini telah memasuki masa peralihan musim (pancaroba), pemprov tetap akan menyalurkan bantuan air bersih bagi kota dan kabupaten di Jawa Barat yang masih membutuhkan.

Hal ini, kata dia, mengingat curah hujan yang belum merata sehingga beberapa daerah masih mengalami kekeringan.

"Jadi selama ada permintaan dari masyarakat, kita akan layani terus karena hujan ini datangnya tidak serentak masih ada zona-zona musim yang hujan-nya agak terlambat itu masih kita bantu air bersih," tuturnya.

Sementara itu, dalam keterangan Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, saat ini Wilayah Bandung Raya tengah berada pada masa peralihan (Pancaroba) dari musim kemarau ke musim penghujan.

"Hal ini ditandai dengan pertumbuhan awan awan rendah yang dapat tumbuh menjadi awan awan konvektif signifikan yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dalam skala lokal dan durasi singkat," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu.

Meski demikian wilayah Bandung Raya diprediksi akan memasuki musim hujan pada dasarian II hingga dasarian III November 2023.

Puncak musim hujan di wilayah Bandung Raya diperkirakan akan terjadi pada Februari hingga Maret 2024 dengan sifat hujan normal hingga bawah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.