Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Masyarakat Pesisir ‘Melawan’ Pemanasan Laut: Memulihkan Karang

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 13:34 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain di Gili Matra, usaha serupa juga dilakukan warga kampung produsen rumput laut di Nusa Lembongan, Bali. Nusa Lembongan termasuk dalam Kawasan Konservasi Perairan Nasional Nusa Penida- yang diprediksi akan mengalami pemutihan karang pada 2030.

Inisiator usaha ini adalah Ni Luh Putu Wira Astuti. Bersama suaminya, Luh memulai usaha pengolahan rumput laut menjadi sabun dan pembersih tangan organik sejak akhir 2019.

Selain untuk menyiasati perubahan lingkungan, usaha ini juga bertujuan untuk menyerap produksi rumput laut petani dengan harga yang pantas di Nusa Lembongan. "Harga rumput laut bisa turun karena fluktuasi harga karena tengkulak. Kalau panen mereka (tengkulak) menurunkan harga," tutur Luh.

Luh telah memasarkan produknya ke luar daerah seperti Bali dan Yogyakarta. Saat ini, usaha yang bernama Sandu Care tersebut dapat memproduksi 60 - 120 liter sabun per hari.

Dia mengharapkan produk sabun organiknya terus berkembang agar menambah pekerjaan alternatif bagi warga Nusa Lembongan, sekaligus menolong petani rumput laut. "Kami mengarah ke skincare semua: sunscreen. day cream, moisturiser, dan sebagainya yang ramah lingkungan agar melindungi kekayaan bahari Nusa Penida," kata Luh.

Direktur organisasi pemantauan karang Reef Check Indonesia, Derta Prabuning, mengamini usaha yang dilakukan perempuan di Gili Matra dan Nusa Lembongan merupakan bagian penting strategi masyarakat untuk beradaptasi apabila terumbu karang tak bisa dipulihkan lagi.

Langkah ini juga dilakukan di beberapa wilayah seperti Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Meskipun tidak mengalami lonjakan pariwisata yang sama, penduduk di pulau masih mengandalkan ekosistem karang sebagai rumah berharga bagi ikan, sumber makanan, penjaga kualitas air, dan pencegahan erosi.

"Kalau memang restorasi gak mencukupi, kena bleaching dan mati, butuh langkah selanjutnya yaitu masuk ke adaptasi di level sosial ekonomi," kata Derta.

Koordinator Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang Wilayah Kerja Gili Matra, Martanina, mengatakan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus pemerintah agar masyarakat meraup berkah kawasan konservasi selain pariwisata.

Selain pengolahan ikan, dia mengatakan pemerintah-melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan-juga memberi bantuan kapal dan alat tangkap untuk membantu nelayan kecil Gili Matra mencari ikan. Para nelayan juga mendapatkan pelatihan perikanan berkelanjutan dan rehabilitasi karang.

"Harapan kami, masyarakat dapat melakukan secara mandiri pengawasan, monitoring, dan pemeliharaan terumbu karang untuk membantu pemerintah mengelola kawasan konservasi pulau Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan," ujar dia.

Terlepas dari segala inisiatif yang dilakukan masyarakat, Sukding berharap pemerintah tetap merumuskan solusi jangka panjang, tidak hanya bantuan jangka pendek, untuk mencegah kerusakan ekosistem karang di Gili Matra akibat perubahan iklim.

"Saya tidak punya banyak pengetahuan tentang bagaimana menghadapi situasi ini dalam jangka panjang. Tapi yang jelas kami ingin cucu-cucu kami terus menikmati terumbu karang yang sehat dan mendapatkan manfaat darinya, seperti yang saya lakukan ketika saya masih kecil. " dia berkata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.