Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cara Masyarakat Pesisir ‘Melawan’ Pemanasan Laut: Memulihkan Karang

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 13:34 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain memulihkan karang, masyarakat Gili Matra juga mengupayakan pencarian sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap sektor pariwisata.

Usaha tersebut terpecut saat pandemi COVID-19, yang dimulai oleh para perempuan.

Warga dusun Gili Air, Rohanisa, 30 tahun, menceritakan saat itu sektor pariwisata sedang tiarap karena pembatasan sosial.

Pada tahun 2020, kunjungan wisatawan ke Gili Matra turun hampir 80%, sesuai data pemerintah setempat.

Warga desa kemudian beramai-ramai kembali melaut untuk memenuhi kebutuhan. Imbasnya, pasokan ikan melimpah tapi harganya menjadi murah.

Bak gayung bersambut, Dusun Gili Air kedatangan pekerja dari Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang tengah merencanakan program ekonomi berkelanjutan di Gili Matra.

COREMAP-CTI adalah program pelestarian karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Indonesia yang dikerjakan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Petugas itu menyarankan masyarakat menggagas ekonomi alternatif untuk menopang pendapatan rumah tangga selain dari pariwisata. Setelah berdiskusi dengan ibu-ibu dari Gili Matra, lahirlah ide untuk membuat usaha produksi abon ikan.

COREMAP-CTI kemudian membantu pelatihan pengolahan ikan menjadi abon bagi perempuan dusun Gili Air. Mereka, bersama pemerintah Kabupaten Lombok Utara, juga turut menyediakan peralatan pengolahan ikan. Akhirnya dimulailah produksi abon oleh belasan perempuan Gili Air pada 2021.

Hingga saat ini, belasan perempuan di Gili Matra mampu mengolah 35 kg ikan menjadi abon setiap dua kali dalam sepekan. Produk mereka dikirimkan ke berbagai daerah, dari Lombok sampai ke Jakarta.

"Kebanyakan permintaannya dari pesanan," ujar Rohanisa, yang juga Ketua kelompok produsen abon yang bernama Putri Bahari ini.

Kini, sektor pariwisata di Gili Matra kembali ramai. Namun, kegiatan produksi abon masih berjalan. Aktivitas mereka juga tak bergantung dari hasil tangkapan nelayan Gili Matra.

Andaipun pasokan dari nelayan seret, para perempuan akan mencari pasokan ikan alternatif di pasar sekitar pesisir Lombok Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.