Stabilisasi Harga Cabai Butuh Dukungan Daerah
📅 Kamis, 02 Nov 2023, 11:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Pemerintah terus mengupayakan stabilisasi pasokan dan harga cabai rawit merah (CRM) yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, daerah didorong untuk bersinergis mengendalikan harga.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan pihaknya terus mendorong mobilisasi pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit untuk membangun pemerataan distribusi di seluruh wilayah.
"Kita mendorong pemerintah daerah untuk saling membangun kerja sama antardaerah (KAD) sehingga cabai di daerah yang masih produksi dan harganya stabil dapat mendistribusikan cabai ke daerah defisit atau daerah dengan harga cabai yang tinggi," ujar Arief di Jakarta, Rabu (1/11).
Adanya penguatan kerja sama antardaerah (KAD) ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar terbangun konektivitas sehingga produksi pangan di daerah surplus terdistribusi ke daerah defisit secara merata untuk menjaga kestabilan harga. KAD ini mengoptimalkan pemanfaatan dana Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) dan Belanja Tidak Terduga (BTT).
Arief dalam Rakor inflasi yang rutin digelar setiap pekan itu menegaskan pemerintah daerah (pemda) tidak perlu ragu memanfaatkan dana tersebut untuk memobilisasi pangan di daerah masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Arief mengatakan, melalui dana dekonsentrasi yang dialokasikan di Badan Pangan Nasional, pemda provinsi dan kabupaten/kota terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh daerah. Hingga saat ini, total kegiatan GPM menyasar hingga 1.133 lokasi dengan rincian 257 lokasi di 35 provinsi dan 876 lokasi di 332 kabupaten/kota.
"GPM Serentak Nasional menggunakan anggaran pusat dan dana dekonsentrasi dari NFA yang diperuntukkan ke seluruh daerah," ujar Arief.
Saat ini, pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati turun sekitar enam persen karena sumber panen di daerah sentra produksi mengalami penurunan. Namun, pasokan ke pasar tersebut masih relatif normal di kisaran 30 ton per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menopang stabilitas pasokan dan harga cabai di Pasar Induk, Badan Pangan Nasional juga melakukan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari daerah surplus ke daerah defisit.
Tambah Pasokan
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya akan segera menambah pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati melalui skema FDP dengan bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan para gapoktan cabai di wilayah Jabar, Jateng, dan NTB.
"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Kementan dan para gapoktan champion cabai untuk terus memasok ke pasar, hari ini (Rabu, 1/11) akan segera dipasok 3 hingga 5,5 ton," ujar Ketut.
Dari data Panel Harga Pangan NFA 30 Oktober 2023, harga rata-rata nasional cabai rawit merah (CRM) di tingkat produsen sebesar 50.310 rupiah/kg. Masih di atas HAP sebesar 25.000 rupiah per kg-31.500 rupiah per kg. Harga tertinggi di Sulawesi Utara 72.500 rupiah/kg dan terendah di Sulawesi Selatan 25.400 rupiah/kg.
Sementara itu, di tingkat konsumen harga rata-rata nasional CRM 51.872 rupiah/kg, masih berada di atas HAP sebesar 40.000-57.000 rupiah per kg. Harga tertinggi di Maluku 93.419 rupiah/kg dan terendah di NTT 43.000 rupiah/kg.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!