Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPPI Investigasi Lonjakan Impor Kain Tenun

📅 Senin, 30 Okt 2023, 07:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KPPI Investigasi Lonjakan Impor Kain Tenun Doc: istimewa

JAKARTA - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memulai Penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan (Safeguard Measures) atas lonjakan jumlah impor barang kain tenunan dari kapas pada 27 Oktober lalu. Impor kain tenunan dari kapas tersebut mencakup 33 nomor Harmonized System (HS) 8 digit berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.

Penyelidikan tersebut didasarkan pada permohonan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pada 18 September 2023 yang mewakili industri dalam negeri penghasil kain tenunan dari kapas.

"Dari bukti awal permohonan yang diajukan oleh API, KPPI menemukan adanya lonjakan jumlah impor barang kain tenunan dari kapas. KPPI juga menemukan indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri sebagai akibat dari lonjakan jumlah impor barang kain tenunan dari kapas," ungkap Plt. Ketua KPPI Nugraheni Prasetya Hastuti di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Nugraheni, kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari sejumlah indikator kinerja industri dalam negeri pada periode 2019-2022.

"Indikator-indikator tersebut yaitu menurunnya volume produksi, penjualan domestik, kapasitas terpakai, keuntungan, menurunnya jumlah tenaga kerja, meningkatnya persediaan, serta menurunnya pangsa pasar API di pasar domestik," jelas Nugraheni.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dalam tiga tahun terakhir (2020-2022), terjadi peningkatan jumlah impor barang kain tenunan dari kapas dengan tren sebesar 38,21 persen. Pada 2020, jumlah impor produk tersebut sebesar 21.976 ton.

Pada 2021, impornya meningkat 80,55 persen menjadi sebesar 39.678 ton. Selanjutnya, pada 2022 impornya naik 5,80 persen menjadi 41.978 ton.

Asal impor barang kain tenunan dari kapas yaitu dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar 80,08 persen, Hong Kong (4,91 persen), Vietnam (4,35 persen), dan negara lainnya (10,66 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Susu Formula Makin Diminati...

Janice Langsung Gugur di Babak Pertama Japan Open

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Langsung Gugur di Ba...

Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenbud akan Pugar Candi M...

Ponsel Vivo V80 Lite 5G Segera Hadir di Indonesia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ponsel Vivo V80 Lite 5G Seg...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.