Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tempat Penampungan Sementara dan Perebutan Ruang Kota

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Tempat Penampungan Sementara dan Perebutan Ruang Kota Doc: ANTARA-HO/Diskominfotik Surabaya
Ket. Arsip - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Surabaya, hal ini bertepatan dengan agenda kerja bakti serentak seluruh pegawai Pemkot Surabaya, Rabu (1/4).

SURABAYA -- Pengelolaan sampah di Kota Surabaya, Jawa Timur, masih menghadapi tantangan mendasar pada level paling hulu, yakni di tempat penampungan sementara (TPS).

Di sejumlah titik, kondisi TPS menunjukkan persoalan klasik, yakni bau menyengat, tumpukan sampah yang meluber, gerobak parkir sembarangan, hingga aktivitas pemilahan oleh pemulung yang kian intens. Situasi ini menegaskan bahwa ruang terbatas bernama TPS sedang menanggung beban besar dari sistem pengelolaan sampah perkotaan.

Dalam konteks tersebut, kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang melarang gerobak sampah diparkir di TPS menjadi langkah korektif untuk mengembalikan fungsi ruang, sesuai standar operasional.

Kebijakan ini tampak sederhana, namun menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni tata kelola ruang, disiplin sistem, serta dinamika kepentingan antara ketertiban kota dan aktivitas ekonomi informal.

Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 1.600 ton per hari, tekanan terhadap sistem pengelolaan menjadi tidak terhindarkan. TPS yang semestinya berfungsi sebagai titik transit sementara, justru mengalami pergeseran fungsi, ketika digunakan sebagai tempat parkir gerobak maupun lokasi pemilahan.

Perubahan fungsi ini berdampak langsung pada tersendatnya alur pengangkutan dan meningkatnya potensi penumpukan.

Larangan dari wali kota tersebut, sekaligus menjadi penanda bahwa pemerintah kota berupaya menata ulang sistem agar berjalan lebih tertib dan efisien.

Meskipun demikian, langkah penertiban ini juga membuka ruang telaah yang lebih luas, karena persoalan di TPS tidak semata berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, melainkan juga menyangkut kompleksitas sosial, ekonomi, dan perilaku masyarakat perkotaan.


Ruang sempit

TPS, pada dasarnya adalah ruang terbatas yang dirancang untuk alur cepat, mulai dari sampah datang, ditampung sementara, lalu diangkut ke tempat pemprosesan akhir. Ketika gerobak parkir di dalamnya, ruang menyusut.

Ketika pemulung memilah di lokasi yang sama, waktu tinggal sampah bertambah. Ketika jadwal tidak disiplin, alur menjadi kacau. Hasil akhirnya mudah ditebak, yakni sampah meluber ke jalan.

Kondisi ini semakin rumit, ketika faktor ekonomi ikut bermain. Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir memicu peningkatan aktivitas pemulung di TPS. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini menjadi sumber penghasilan. Plastik, botol, dan kemasan sekali pakai berubah menjadi komoditas.

Fenomena ini menunjukkan paradoks kota modern. Di satu sisi, tingginya konsumsi plastik mencerminkan gaya hidup urban yang praktis. Di sisi lain, limbah dari gaya hidup itu justru menjadi penopang ekonomi kelompok rentan. Ketika harga plastik naik, TPS bukan lagi sekadar tempat buang, melainkan ladang pencarian.

Aktivitas pemilahan di TPS menimbulkan konsekuensi. Ruang yang seharusnya digunakan untuk menampung menjadi sempit. Proses pengangkutan terganggu. Bahkan, sampah yang telah dipilah sering kali dibiarkan berserakan, memperburuk kondisi kebersihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.