Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AI Generatif Berdampak Buruk bagi Lingkungan, Bagaimana Mengatasinya?

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 12:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
AI Generatif Berdampak Buruk bagi Lingkungan, Bagaimana Mengatasinya? Doc: The Conversation/Pexels/Matheus Bertelli
Ket. Ilustrasi pengguna ChatGPT, platform AI generatif yang populer digunakan masyarakat.

Arif Perdana, Monash University

Kecerdasan artifisial generatif (generative AI) muncul sebagai teknologi serbaguna yang mampu menciptakan konten baru dan orisinal seperti gambar, teks, musik, dan video. Walau begitu, ada kekhawatiran teknologi ini berdampak buruk pada lingkungan.

Seiring dengan maraknya penggunaan AI generatif, konsumsi energi listrik dan pusat data (data centre) dan jejak karbonnya kian naik. Karena itu, kita perlu mengatasi bahaya lingkungannya agar teknologi baru tidak menambah beban bagi Bumi.

Tulisan saya akan menjelaskan bagaimana risiko lingkungan yang timbul akibat AI dan bagaimana langkah-langkah mengatasinya.

Dampak AI generatif terhadap lingkungan

Kita dapat mengamati risiko lingkungan AI generatif sejak teknologi ini menjalani fase "pelatihan" generatif suatu model AI dengan data-data yang tersedia.

Dalam fase ini, pelatihan AI memerlukan energi sangat besar sehingga dapat melepaskan emisi karbon yang dapat memperparah perubahan iklim. Sebagai contoh, Model Bahasa Besar (large language models atau LLM) yang merupakan salah satu algoritma dasar suatu AI generatif, seperti GPT-3. memiliki 175 miliar parameter.

Parameter ini adalah konfigurasi yang bisa digunakan untuk menghasilkan output. Ini mirip seperti seperti senar gitar atau tuts piano yang bisa dikombinasikan untuk menghasilkan output nada yang ciamik.

Studi mengungkapkan bahwa pelatihan satu model bahasa besar seperti GPT-4 atau PaLM buatan Google dapat melepaskan sekitar 300 ton CO2 ke atmosfer. Angka ini setara dengan 360 kali penerbangan dari London menuju New York.

Sementara itu, model lainnya, BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) yang bisa menghasilkan gambar dari teks, juga meninggalkan jejak karbon sekitar 300-1.400 ton C02.

Selain konsumsi energi, pusat data yang penting bagi pengembangan AI generatif juga memperburuk kondisi lingkungan. Pusat data mengonsumsi energi yang besar untuk pendinginan mesin mereka sehingga menghasilkan emisi karbon yang signifikan.

Metode pendinginan yang membutuhkan banyak air dan kebisingan peralatannya juga membawa dampak terhadap lingkungan. Pembuatan dan pembuangan peralatan pusat data juga menambah tumpukan limbah elektronik.

Pusat data juga bisa memperparah ketimpangan. Sebagai contoh, pusat data di Amerika Serikat yang berada di Northern Virginia (Ashburn), Chicago, Dallas, dan lainnya, karena posisi yang menguntungkan dan konektivitas jaringan yang kuat.

Namun, pendirian pusat data di wilayah-wilayah ini seringkali mengakibatkan tekanan pada infrastruktur lokal, membebani jaringan listrik lokal, jalan, dan mengganggu pasokan air. Tantangan ini memengaruhi pengelolaan sumber daya yang efektif bagi komunitas dan pemerintah setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.