Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inspektur Nuklir PBB Uji Sampel Ikan di Pasar Dekat PLTN Fukushima

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inspektur Nuklir PBB Uji Sampel Ikan di Pasar Dekat PLTN Fukushima Doc: AP
Ket. Operator PLTN Fukushima yang rusak akibat tsunami 2011 telah dua kali melepaskan air limbah ke laut.

IAWKI - Inspektur PBB mengambil sampel dari sebuah pasar ikan di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN ) Fukushima pada Kamis (19/10) setelah pelepasan air limbah dari fasilitas tersebut pada Agustus lalu.

Tiongkok dan Rusia telah melarang impor makanan laut dari Jepang sejak pembuangan limbah dimulai. Namun Jepang mengatakan aman, pandangan yang sejauh ini didukung Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sekitar 540 air seukuran kolam renang Olimpiade telah dikumpulkan sejak peristiwa tsunami yang menyebabkan tiga reaktor di Fukushima-Daiichi hancur pada 2011 dalam salah satu bencana nuklir terburuk di dunia.

Jepang mengatakan air tersebut telah disaring oleh teknologi khusus ALPS dari zat radioaktif - kecuali tritium - dan diencerkan dengan air laut.

Jepang mengatakan pengujian menunjukkan bahwa kadar tritium berada dalam batas aman.

Tim IAEA yang terdiri dari ilmuwan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada mengumpulkan sampel ikan, air, dan sedimen minggu ini untuk memverifikasi temuan Jepang.

Paul McGinnity, salah satu anggota misi tersebut, mengatakan kepada wartawan, tujuan dari pengambilan sampel tersebut "untuk memastikan apakah laboratorium Jepang mengukur dan menganalisis dengan benar" kadar tritium.

"Tritium menjadi perhatian karena kadar tritium seperti yang Anda ketahui relatif tinggi karena tidak dihilangkan melalui proses ALPS," kata McGinnity.

"Saya dapat mengatakan, kita tidak berharap akan melihat perubahan apa pun (dalam kadar tritium), khususnya pada ikan. Kami berhara melihat sedikit peningkatan kadar tritium dalam sampel air laut yang berada sangat dekat dengan titik pembuangan. Namun sebaliknya, kita tidak (melihat itu). Kami berharap menemukan level yang sangat mirip dengan apa yang kami ukur tahun lalu."

Sampel akan dikirim kembali ke laboratorium di negara asal anggota tim untuk ditinjau secara independen, dan IAEA akan mengevaluasi dan mempublikasikan hasilnya.

Rusia minggu ini mengikuti sekutunya, Tiongkok, melarang impor makanan laut Jepang, meskipun mereka mengimpor dalam jumlah yang relatif kecil.

Jepang, yang menyebut larangan Tiongkok bermotif politik, mengatakan, langkah Moskow adalah langkah yang "tidak adil" "tanpa dasar ilmiah".

Pelepasan air limbah nuklir ini bertujuan untuk memberikan ruang untuk mulai menghilangkan bahan bakar radioaktif yang sangat berbahaya dan puing-puing dari reaktor yang rusak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.