Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Terkontrol Tingkatkan Risiko Demensia Sebesar 42%

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 00:11 WIB | Oleh:
Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Terkontrol Tingkatkan Risiko Demensia Sebesar 42% Doc: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Ket. Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah warga sebelum divaksinasi, di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Banyak penelitian yang menunjukkan pengobatan hipertensi dapat menurunkan risiko demensia vaskular atau penyakit alzheimer.

SINGAPURA - Artikel penelitian yang terbit di Journal of American Medical Association pada September, menyebutkan jika tekanan darah tinggi dan tidak menurunkannya melalui perubahan gaya hidup dan minum obat maka akan menghadapi risiko lebih tinggi terkena demensia.

Dikutip dari The Straits Times, orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol memiliki kemungkinan 42 persen lebih besar terkena demensia. Sedangkan mereka yang tekanan darahnya dikontrol melalui pengobatan menghadapi risiko yang sama dengan orang sehat.

"Bukti yang menghubungkan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan risiko terkena demensia sangatlah kuat, mengingat ruang lingkup penelitian ini," kata Rachel Cheong, konsultan pengobatan geriatri di Rumah Sakit Khoo Teck Puat, Singapura.

Artikel ini didasarkan pada 17 penelitian terhadap 34.519 orang berusia antara 60 dan 110 tahun, di 15 negara, termasuk Singapura. Tidak ada yang menderita demensia pada awal masa penelitian.

Studi tersebut menemukan mengonsumsi obat yang menurunkan tekanan darah tinggi mengurangi risiko terkena demensia, dibandingkan dengan orang yang tidak mengobati hipertensinya. Hal ini berlaku untuk semua orang lanjut usia, berapa pun usianya.

Artikel tersebut menyimpulkan "terapi antihipertensi yang berkelanjutan sepanjang usia lanjut merupakan bagian penting dari pencegahan demensia".

"Temuan ini menunjukkan berapa pun usia mereka, penderita hipertensi harus diobati, dan tanpa pengobatan, risiko mereka terkena demensia jauh lebih tinggi," kata Cheong.

Sedangkan ahli jantung di The Heart and Vascular Centre, Lim Choon Pin, mengatakan penelitian ini menunjukkan pentingnya pengendalian tekanan darah yang baik dalam mencegah perkembangan demensia.

Pengobatan Hipertensi

Banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan pengobatan hipertensi dapat menurunkan risiko demensia vaskular atau penyakit alzheimer.

"Ada hubungan kuat antara hipertensi dan perkembangan aterosklerosis, atau penyumbatan pembuluh darah," kata Lim, menjelaskan seiring berjalannya waktu, hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai otak.

"Jika hal ini memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab untuk berpikir dan mengingat, hal ini dapat menyebabkan demensia," katanya.

Lim menambahkan penelitian terbaru menunjukkan peserta dengan hipertensi yang diobati memiliki risiko demensia yang sama dengan individu sehat dan "menunjukkan pentingnya kontrol tekanan darah yang baik dalam mencegah perkembangan demensia".

Pedoman Kementerian Kesehatan Singapura menetapkan tekanan darah normal adalah 130/85 mmHg untuk semua kelompok umur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.