Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar AS Melemah Dipicu Komentar Dovish Pejabat The Fed

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar AS Melemah Dipicu Komentar Dovish Pejabat The Fed Doc: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Ket. Petugas menunjukkan uang dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (16/10) atau Selasa (17/10) pagi WIB dipicu komentar dovish pejabat bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.

Indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang lainnya turun 0,09 persen menjadi 106,2488.

Dolar AS melemah setelah Presiden Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker mengatakan tingkat suku bunga saat ini hampir mematikan akses ke pasar perumahan bagi pembeli rumah pertama.

"Ketika bicara soal perumahan, iklimnya dapat diringkas dalam tujuh kata, di mana salah satu kontak mengatakan kepada saya baru-baru ini, "'There are no first-time home buyers," kata Harker dalam pidatonya di konvensi tahunan Mortgage Bankers Association pada Senin (16/10) .

Harker juga menegaskan kembali komentarnya pada akhir pekan lalu bahwa ia meyakini saat ini adalah titik di mana bank sentral dapat mempertahankan suku bunganya.

Indeks General Business Conditions AS turun ke -4,6 pada Oktober dari 1,9 pada September. Sedangkan indeks untuk jumlah tenaga kerja meningkat enam poin ke 3,1 dan rata-rata indeks minggu kerja naik ke 2,2, menunjukkan sedikit peningkatan dalam tingkat pekerjaan dan jam kerja.

Di sisi lain, Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan pada Jumat (13/10) bahwa kebijakan suku bunga ke depan masih akan ketat.

Pada akhir perdagangan di New York, pound Inggris menguat ke 1,2212 dolar AS dari 1,2135 dolar AS. Investor fokus pada data tenaga kerja Inggris pada Selasa, diikuti data inflasi pada Rabu (18/3) dan data penjualan ritel pada Jumat (20/3).

Sementara itueuro menguat ke 1,0473 dolar AS dari 1,0511 pada sesi sebelumnya. Sedangkan dolar AS melemah menjadi 1,3617 dolar Kanada dari 1,3658 dolar Kanada pada sesi sebelumnya.

Dolar AS mencapai 149,527 yen Jepang, lebih tinggi dari 149,505 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,9003 franc Swiss dari 0,9012 franc, sedangkan dolar turun menjadi 10,9178 krona Swedia dari 11,0126 krona.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.