Program Pangan Berkelanjutan Solusi Setop Impor ke Depan
📅 Senin, 16 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKewajiban Menanam
Sementara itu, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan bawang putih memang salah satu komoditas yang belum bisa diproduksi secara masif di dalam negeri sehingga 90 persen dipasok dari impor.
Masalahnya, adalah ada dugaan menghambat masuknya bawang putih impor yang menyebabkan harganya meroket hingga 50 persen lebih. Harga biasanya 25 ribu rupiah per kg, kini melonjak menjadi 42 ribu rupiah per kg. "Ini yang menyebabkan kerugian di masyarakat dan baru mengeluarkan izin impor produk sekarang setelah harga melonjak. Kebiasaan setiap ada momen politik seperti saat ini, ada permasalahan yang bisa jadi soal "uang" pengurusan impor," katanya.
Dia juga berharap pemerintah lebih serius lagi mewajibkan importir untuk menanam bawang putih. "Untuk peningkatan produksi dalam negeri, kewajiban menanam bawang putih menjadi salah satu kebijakan yang wajib dilakukan," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sampai saat ini sudah ada 100 perusahaan lebih yang telah melaksanakan wajib tanam dan produksi bawang putih sesuai aturan yang ada. Kementan juga telah menyiapkan berbagai instrumen monitoring untuk kepatuhan yang bekerja sama dengan Satgas Pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!