Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalah di Referendum, Pemimpin Masyarakat Pribumi Australia Serukan Minggu Hening

📅 Minggu, 15 Okt 2023, 09:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kalah di Referendum, Pemimpin Masyarakat Pribumi Australia Serukan Minggu Hening Doc: AP/Rick Rycroft
Ket. Josh Sly dari Muggera Dancers menyiapkan api untuk upacara adat pada 26 Januari di Sydney, Australia

SYDNEY - Warga Aborigin Australia pada Minggu (15/10) menyuarakan kemarahan dan kesedihan mereka atas penolakan terhadap hasil referendum mengenai hak-hak dan pengakuan masyarakat adat yang ditolak oleh mayoritas kulit putih di negara itu.

Para pemimpin masyarakat adat menyerukan "minggu hening" untuk berduka atas hasil "pahit" pemilu tersebut, setelah Perdana Menteri Anthony Albanese mendesak negaranya yang terpecah untuk melakukan pemulihan "dalam semangat persatuan".

Lebih dari 70 persen surat suara dihitung pada Minggu pagi, sekitar 60 persen warga Australia mengatakan "tidak" ketika ditanya apakah konstitusi tahun 1901 harus diubah untuk mengakui penduduk pertama di negara tersebut.

Reformasi ini juga akan menciptakan sebuah badan konsultatif - sebuah "Voice" untuk Parlemen - yang bertugas mencari solusi terhadap kesenjangan yang merajalela yang mengganggu komunitas Aborigin.

Proposal tersebut ditolak di setiap negara bagian di seluruh negeri.

Kelompok advokasi Aborigin mengatakan pada Minggu, jutaan warga Australia telah mengabaikan kesempatan untuk menebus "perampasan brutal terhadap rakyat kami".

"Sekarang adalah waktunya untuk berdiam diri, berduka dan mempertimbangkan secara mendalam konsekuensi dari kejadian ini," bunyi pernyataan bersama.

"Faktanya adalah kami menawarkan pengakuan ini dan ditolak. Kami sekarang tahu di mana posisi kami di negara kami sendiri," tambahnya, sebelum menyerukan "minggu hening" untuk berduka dan merenung.

Shirley Lomas, seorang pribumi, menentang kekalahan itu dengan mengatakan, kekalahan tidak menghancurkan tekadnya.

"Penduduk Aborigin sudah telah da di sini selama 60.000 tahun dan kami akan terus berada di sini," katanya kepada AFP setelah hasil temuan tersebut.

"Para pemilih memilih bukan karena mereka takut akan perubahan. Kebanyakan dari mereka bahkan tidak mengenal orang Aborigin."

Hanya kurang dari empat persen dari 26 juta penduduk Australia yang merupakan penduduk asli.

Sangat Familiar

Kemajuan politik tidak diperoleh dengan mudah bagi warga Aborigin Australia, yang telah berjuang mati-matian selama bertahun-tahun untuk mendapatkan hak dasar untuk memilih, memiliki tanah adat, dan memenangkan pemilu di parlemen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.