Kalah di Referendum, Pemimpin Masyarakat Pribumi Australia Serukan Minggu Hening
📅 Minggu, 15 Okt 2023, 09:23 WIB | Oleh: Tim PenulisDengan latar belakang ini, aktivis masyarakat adat yang mengatakan "ya" Dean Parkin mengatakan hasil yang menyedihkan ini "sangat familiar" dan hanyalah "bab terbaru dalam kisah perjuangan kita".
Para pendukungnya melihat referendum sebagai cara untuk mempersatukan negara sekaligus mengatasi ketidakadilan historis yang menimpa masyarakat First Nations.
Sebaliknya, hal ini justru mengungkap perpecahan rasial yang masih terjadi di negara ini selama lebih dari dua abad sejak penjajah Inggris membuang sauh di Pelabuhan Sydney.
Albanese telah berjanji pemerintahannya akan terus berupaya memberikan pengakuan terhadap masyarakat adat - meskipun tidak jelas pilihan apa yang tersisa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivis dan cendekiawan Aborigin terkemuka Marcia Langton menyatakan, upaya selama puluhan tahun untuk membangun kepercayaan di antara warga Australia telah gagal.
"Rekonsiliasi sudah mati," katanya kepada stasiun televisi Pribumi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!