Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AP II Masuk 20 Besar Perusahaan Asia Pasifik Paling Inovatif di Industri Penerbangan

📅 Minggu, 15 Okt 2023, 17:35 WIB | Oleh:
AP II Masuk 20 Besar Perusahaan Asia Pasifik Paling Inovatif di Industri Penerbangan Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Dengan TravelinPass, penumpang pesawat cukup melakukan verifikasi wajah di autogate yang terdapat di TravelinLane yakni di Security Check Point (SCP) untuk ke boarding lounge dan naik pesawat tanpa perlu mengeluarkan KTP atau boarding pass.

JAKARTA - PT Angkasa Pura (AP) II masuk dalam daftar 20 maskapai dan operator bandara di Asia Pasifik yang menembus batas untuk melahirkan inovasi, meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) dan memiliki peran penting dalam memajukan industri transportasi udara.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan AP II menjalani transformasi digital sejak 2016. Transformasi digital di bandara AP II termasuk Bandara Soekarno-Hatta terus dijalankan, dan kini layanan-layanan digital sudah dapat dirasakan manfaatny, serta mendapat pengakuan. Sejalan dengan transformasi digital, AP II menerapkan konsep smart airport dalam pelayanan dan operasional bandara.

"Konsep Smart Airport yang diterapkan AP II adalah bandara yang mengedepankan teknologi dalam setiap aspek, mengutamakan otomatisasi, beroperasi efisien dan mendapat hasil besar dengan hemat biaya operasional. Tujuan utama dari Smart Airport tentunya standar pelayanan dan operasional yang terus meningkat,"kata Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/10).

Sebanyak 20 maskapai dan operator bandara tersebut merupakan nominasi penerima penghargaan Future Travel Experience APAC Pioneer Awards 2023 yang digelar dalam Future Travel Experience The Airline Passenger Experience Association (APEX) Asia Expo 2023 di Singapura pada 8 - 9 November 2023.

APEX sendiri adalah lembaga nirlaba global dan salah satu asosiasi internasional terbesar dunia di bidang transportasi udara. Selain AP II, operator bandara yang masuk ke dalam nominasi antara lain Incheon International Airport Cooperation (Korea Selatan), GMR Group (India), Narita International Airport Cooperation (Jepang) dan beberapa operator bandara di Asia Tenggara.

Sementara untuk maskapai, nominasi antara lain diberikan kepada AirAsia, All Nippon Airways, Cathay Pacific, Korean Air dan Singapore Airlines. Di dalam keterangannya, FTE APAC Pioneer Awards 2023 menyatakan masuknya AP II ke dalam daftar nominasi sejalan dengan peningkatan passenger experience secara berkelanjutan di Bandara Soekarno-Hatta melalui layanan digital.

Dia menambahkan smart airport melalui transformasi digital bertujuan juga meningkatkan daya saing transportasi udara nasional. Transportasi udara sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

AP II selaku operator 20 bandara terus mendukung agar transportasi udara dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional.

Hal ini, kata Awaluddin dapat dicapai lebih cepat melalui transformasi digital. Transformasi digital yang dijalankan di Bandara Soekarno-Hatta saat ini mencakup aspek Customer Experience (CX), Digital Exploration (DX), dan Operation Excellence (OX).

Untuk aspek Customer Experience (CX), Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara AP II lainnya telah menghadirkan layanan TravelinPass yang memungkinkan penumpang pesawat dapat terbang hanya dengan menunjukkan wajah.

"TravelinPass bisa digunakan setelah penumpang pesawat melakukan registrasi di aplikasi Travelin. Dengan TravelinPass, penumpang pesawat cukup melakukan verifikasi wajah di autogate yang terdapat di TravelinLane yakni di Security Check Point (SCP) untuk ke boarding lounge dan naik pesawat. Tidak perlu mengeluarkan KTP atau boarding pass saat di SCP," katanya.

Sementara itu di aspek Digital Exploration (DX) untuk mendukung Customer Experience (CX) dan Operation Excellence (OX), AP II mempersiapkan platform artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional bandara dan penerbangan. Platform AI yang diberi nama AeroBuddy ini mengintegrasikan seluruh data-data operasional bandara yang dimiliki AP II.

Dengan kata lain, AeroBuddy memiliki basis pengetahuan (knowledge) Big Data AP II. AeroBuddy akan melakukan analisis data tingkat lanjut (advanced data analytics) terhadap Big Data AP II, untuk kemudian memberikan masukan kepada personel AP II. AeroBuddy ini nantinya hadir dengan format percakapan melalui teks, di mana penggunaannya seperti halnya platform AI ChatGPT, namun memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait bandara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.