Gempa Kuat di Afghanistan Barat Tewaskan Sekitar 120 Orang
📅 Minggu, 08 Okt 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim PenulisKerumunan warga meninggalkan gedung-gedung di kota Herat ketika rangkaian gempa mulai terjadi, meskipun laporan korban jiwa dari wilayah metropolitan sangat sedikit.
"Kami sedang berada di kantor dan tiba-tiba gedung mulai berguncang," kata Bashir Ahmad, seorang warga berusia 45 tahun, kepada AFP.
Plester tembok mulai rontok dan tembok retak, sebagian tembok dan sebagian bangunan roboh, ujarnya.
"Saya tidak dapat menghubungi keluarga saya, koneksi jaringan terputus. Saya terlalu khawatir dan takut, itu mengerikan."
Sebaiknya Anda baca juga:
Laki-laki, perempuan dan anak-anak berdiri di jalan-jalan, jauh dari gedung-gedung tinggi pada saat-saat setelah gempa pertama dan tetap berhati-hati kembali ke rumah mereka ketika gempa susulan bergemuruh selama berjam-jam.
"Situasinya sangat mengerikan, saya belum pernah mengalami hal seperti ini," kata Idrees Arsala, siswa berusia 21 tahun, orang terakhir yang berhasil mengevakuasi kelasnya dengan selamat saat gempa mulai terjadi.
Jumlah Korban
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Sabtu malam, juru bicara otoritas penanggulangan bencana Mullah Jan Sayeq mengatakan kepada AFP, jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah.
Korban jiwa yang mencapai ratusan mungkin saja terjadi, menurut perkiraan awal USGS.
"Kemungkinan besar korban jiwa dan bencana ini berpotensi meluas. Peristiwa masa lalu dengan tingkat kewaspadaan seperti ini memerlukan respons tingkat regional atau nasional," katanya.
Afghanistan sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, yang terletak di dekat persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.
Pada Juni tahun lalu, lebih dari 1.000 orang tewas dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal setelah gempa berkekuatan 5,9 - paling mematikan di Afghanistan dalam hampir seperempat abad - melanda provinsi miskin Paktika.
Afghanistan berada dalam krisis kemanusiaan yang parah, menyusul penarikan bantuan asing secara luas sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!