Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Juta Anak Telantar akibat Bencana Cuaca

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Puluhan Juta Anak Telantar akibat Bencana Cuaca Doc: ISTIMEWA
Ket. KHALID ABDUL AZIM Anak Korban Banjir di Sudan - Kami memindahkan barang-barang kami ke jalan raya, tempat kami tinggal selama bermingguminggu.

NEW YORK - Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Children's Fund (Unicef), pada Kamis (5/10), memperingatkan bencana cuaca yang dipicu oleh perubahan iklim, mulai dari banjir hingga kekeringan, badai hingga kebakaran hutan, memicu 43,1 juta anak telantar dan mengungsi dari tahun 2016 hingga 2021. Unicef mengecam kurangnya perhatian kepada korban.

Dalam laporan menyeluruh mengenai masalah ini, badan PBB tersebut merinci kisah-kisah menyedihkan dari beberapa anak yang terkena dampak. Penulisnya, Laura Healy, mengatakan data tersebut hanya mengungkap "puncak gunung es", dan masih banyak lagi anak-anak yang mungkin terkena dampaknya.

"Kami memindahkan barang-barang kami ke jalan raya, tempat kami tinggal selama berminggu-minggu," kenang seorang anak Sudan, Khalid Abdul Azim, yang desanya terkena banjir hanya dapat diakses dengan perahu.

Pada 2017, kakak beradik Mia dan Maia Bravo menyaksikan api melalap trailer mereka di California dari bagian belakang minivan keluarga. "Saya takut, kaget," kata Maia dalam laporannya.

Dikutip dari France 24, statistik mengenai pengungsian internal yang disebabkan oleh bencana iklim umumnya tidak memperhitungkan usia para korban.

Namun, Unicef bekerja sama dengan Pusat Pemantauan Pengungsi Internal non-pemerintah untuk mengungkap data dan mengungkap jumlah korban jiwa yang tersembunyi di antara anak-anak.

"Sejak 2016 hingga 2021, empat jenis bencana iklim (banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan) yang frekuensinya meningkat karena pemanasan global, menyebabkan 43,1 juta anak mengungsi di 44 negara," kata laporan tersebut.

Banjir dan Badai

Sembilan puluh lima persen dari pengungsian tersebut disebabkan oleh banjir dan badai. "Ini setara dengan sekitar 20.000 anak yang mengungsi setiap hari," kata Healy, sambil menggarisbawahi bagaimana anak-anak yang terkena dampak berisiko mengalami trauma lain, seperti terpisah dari orang tua mereka atau menjadi korban perdagangan anak.

Data tersebut mencerminkan jumlah pengungsi dan bukan jumlah anak yang terkena dampak, karena anak yang sama dapat tercabut lebih dari satu kali.

Angka-angka tersebut tidak memungkinkan adanya perbedaan antara mereka yang dievakuasi sebelum terjadinya bencana alam, dan mereka yang terpaksa mengungsi setelah terjadinya bencana.

Menurut Healy, jumlah pengungsian akibat kekeringan sangat tidak dilaporkan karena perpindahan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba sehingga lebih sulit untuk diukur. "Ini hanyalah puncak gunung es berdasarkan data yang kami miliki," katanya.

"Kenyataannya adalah dengan adanya dampak perubahan iklim atau pelacakan perpindahan yang lebih baik jika terjadi peristiwa yang terjadi secara perlahan maka jumlah anak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akan jauh lebih besar".

Laporan Unicef memberikan beberapa prediksi parsial untuk kejadian tertentu. Banjir yang disebabkan meluapnya sungai dapat menyebabkan 96 juta anak mengungsi dalam 30 tahun ke depan, sementara angin topan dapat menyebabkan 10,3 juta anak mengungsi. Gelombang badai dapat menyebabkan 7,2 juta orang mengungsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.