Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira untuk para Petani, BRIN Ungkap Tiga Cara agar Tak Gagal Panen Saat El Nino

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 00:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira untuk para Petani, BRIN Ungkap Tiga Cara agar Tak Gagal Panen Saat El Nino Doc: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ket. Petani menunjukan tanaman padi yang mati di Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (5/10/2023).

Jakarta - Berita gembira untuk para petani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengemukakan tiga cara yang dapat diterapkan petani agar tak mengalami gagal panen saat fenomena El Nino berlangsung.

Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudhistira Nugraha mengatakan, ketiga hal tersebut yakni memanfaatkan sistem informasi kalender tanam (siskom), mengganti padi dengan komoditas yang memiliki umur tanam pendek, serta memprioritaskan penggunaan air.

"Dengan memerhatikan ketiga hal ini, kedepannya bisa membantu mencegah gagal panen," kata Yudhistira, di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalender tanam siskom yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), merupakan sebuah sistem peringatan dini yang bertujuan agar para petani mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengolah atau tidak mengolah lahan.

Namun hal tersebut menurutnya masih sulit diterapkan karena para petani masih kesulitan untuk mengakses informasi, dirinya menganggap petani di Indonesia masih banyak yang menggunakan cara tradisional.

Selain itu dia menyampaikan, mengganti komoditas yang ditanam dengan tumbuhan yang memiliki umur tanam pendek, seperti kacang hijau dan sorgum dapat memitigasi gagal panen akibat dampak dari El Nino.

Selanjutnya Yudhistira mengatakan, cara lain untuk menghindari gagal panen saat kemarau panjang yakni dengan lebih bijaksana dalam menggunakan air, dirinya berargumen penyaluran air ke lahan mesti melihat kebutuhan tanaman, supaya tidak kekurangan atau kelebihan air.

Terlebih di musim kemarau panjang ini, intensitas air di beberapa wilayah mengalami penurunan yang cukup tinggi.

"Sistem pengairannya harus efisien dan tentunya tidak boros air," katanya

Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Indonesia mengalami puncak dampak fenomena El Nino pada bulan Agustus-September 2023. Selanjutnya dampak tersebut berangsur turun dan berakhir pada Februari-Maret 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.