Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Kirim 1,1 Juta Amunisi Hasil Sitaan dari Iran ke Ukraina

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 10:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Kirim 1,1 Juta Amunisi Hasil Sitaan dari Iran ke Ukraina Doc: CNA/Reuters/Doug Mills
Ket. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjalan menyusuri barisan tiang Gedung Putih menuju Ruang Oval bersama Presiden AS Joe Biden saat berkunjung ke Gedung Putih di Washington, AS pada 21 September 2023.

WASHINGTON - Amerika Serikat telah mengirim lebih dari 1 juta butir amunisi Iran yang disita tahun lalu ke Ukraina, kata militer AS pada Rabu (4/10).

Pasukan angkatan laut AS selama bertahun-tahun telah menyita senjata yang diyakini berasal dari Iran yang ditujukan untuk pejuang yang didukung Iran di Yaman, yang biasanya diangkut dengan kapal penangkap ikan.

Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, mengatakan sekitar 1,1 juta peluru 7,62 mm dikirim ke Ukraina.

Kapal-kapal tersebut awalnya disita oleh pasukan angkatan laut AS pada Desember 2022 dan dipindahkan dari Garda Revolusi Iran ke pasukan Houthi di Yaman.

"AS berkomitmen untuk bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami untuk melawan aliran bantuan mematikan Iran di kawasan dengan segala cara yang sah termasuk sanksi AS dan PBB dan melalui larangan," kata pernyataan Komando Pusat.

Amunisi tersebut sepertinya tidak akan membuat perbedaan besar di medan perang pada saat senjata jarak jauh dan sistem pertahanan udara berada di daftar keinginan utama Ukraina.

Amunisi sitaan yang ditransfer juga sepertinya tidak akan meredakan kekhawatiran mengenai berlanjutnya aliran senjata Barat ke Kiev.

Kongres AS tidak memasukkan dana baru untuk Ukraina dalam RUU sementara AS yang disahkan pada Sabtu untuk menjaga pemerintah federal tetap terbuka, menyoroti meningkatnya keengganan beberapa anggota Partai Republik untuk menyediakan dana bagi Kiev.

Tahun lalu, Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengatakan salah satu kapal perangnya telah menyita senjata Iran, termasuk rudal permukaan-ke-udara dan mesin rudal jelajah, dari penyelundup di perairan internasional selatan Iran.

Gerakan Houthi di Yaman telah melawan koalisi pimpinan Saudi sejak 2015 dalam konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat 80 persen penduduk bergantung pada bantuan.

AS telah memberikan tekanan pada sekutunya, Arab Saudi, untuk mengakhiri perang dan menghubungkan sejumlah dukungan militer AS dengan kerajaan tersebut untuk mengakhiri keterlibatannya di Yaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.